Jokowi Beri Tenggat Laporan Kinerja Menteri Pukul 15.00 WIB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto menandatangani berkas-berkas saat berkantor di rumahnya di Solo, Jawa Tengah, 10 Juni 2015. Presiden tetap berkantor selama mengurusi acara pernikahan putra sulungnya. ANTARA/Maulana Surya

    Presiden Joko Widodo didampingi Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto menandatangani berkas-berkas saat berkantor di rumahnya di Solo, Jawa Tengah, 10 Juni 2015. Presiden tetap berkantor selama mengurusi acara pernikahan putra sulungnya. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.COJakarta - Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan tenggat waktu penyerahan laporan kinerja kabinet adalah hari ini pukul 15.00 WIB. Menurut Andi, laporan dari para menteri sudah mulai masuk.

    "Tadi saat ratas (rapat terbatas) ada yang menyampaikan langsung, ada yang langsung masuk ke kantor. Pukul 15.00 WIB, ditunggu semua," ujar Andi di Istana Negara, Kamis, 18 Juni 2015.

    Sejak 15 Juni lalu, para pembantu Presiden Joko Widodo di Kabinet Kerja telah diminta membuat laporan pencapaian selama enam bulan. Jokowi meminta para menterinya merekapitulasi pencapaian program sejak November 2014 hingga April 2015.

    Jokowi menyampaikan perintah itu saat membuka rapat kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Senin lalu. "Saya minta laporan diberikan dalam dua hari," tutur Jokowi saat itu. (Baca: Jokowi Tagih Laporan Kinerja Hari Ini, Sinyal Mulai Copot Menteri?)

    Andi berujar, setelah semua terkumpul, laporan akan langsung diberikan kepada Jokowi. "Setelah itu, kami menunggu arahan akan diapakan oleh Presiden," ucap Andi.

    Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan mengatakan telah mengumpulkan "tugas" dari Jokowi tersebut kepada Andi. Dalam laporannya, Ferry memaparkan apa saja yang telah dilakukan kementeriannya selama enam bulan dan menjabarkan program-program untuk enam bulan mendatang.

    "Itu biar Presiden saja yang menilai hasilnya," ujar Ferry. Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo baru akan mengumpulkan laporan sore nanti.

    Menteri Sekretaris Negara Pratikno menuturkan para menteri tak usah waswas mengerjakan tugas tersebut. Menurut Pratikno, permintaan laporan kinerja adalah hal normal yang dilakukan seorang presiden sebagai pengawasan terhadap menterinya. 

    Adapun Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi enggan menanggapi lebih jauh soal permintaan laporan oleh Jokowi. Ia tidak mau berspekulasi tentang kemungkinan perombakan kabinet sebagai ujung penyerahan laporan. "Itu hak dan kewenangan Presiden. Saya enggak tahu apakah hingga sejauh itu," ucapnya. 

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.