Kapolda Jabar Moechgiyarto Lanjutkan Program Jam Malam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa tempat hiburan malam di Jalan Braga, Bandung, tutup untuk menghormati Hari Raya Nyepi, (30/3). Pemerintah kota menutup seluruh pusat hiburan malam selama 24 jam mulai Minggu sampai Senin. TEMPO/Prima Mulia

    Beberapa tempat hiburan malam di Jalan Braga, Bandung, tutup untuk menghormati Hari Raya Nyepi, (30/3). Pemerintah kota menutup seluruh pusat hiburan malam selama 24 jam mulai Minggu sampai Senin. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Moechgiyarto akan melanjutkan program jam malam di wilayah Jawa Barat. Ia mengatakan program jam malam, yang merupakan program dari kapolda sebelumnya, Irjen Pol Mochamad Iriawan, efektif dalam menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polda Jabar. "Itu pasti akan kami lanjutkan," ujarnya di sela-sela acara serah terima jabatan Kapolda Jabar di Markas Polda Jabar, Selasa, 16 Juni 2015.

    Sebelumnya, Iriawan telah menetapkan batas waktu aktivitas, khususnya hiburan malam di wilayah Jawa Barat, hingga pukul 24.00. Namun Moechgiyarto akan sedikit menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. "Jamnya kami sesuaikan, bagaimana rawannya," ujar dia.

    Moechgiyarto mengatakan untuk menerapkan program tersebut, selain membatasi aktivitas hiburan malam, pihaknya akan menurunkan petugas di setiap wilayah untuk melakukan patroli. "Setiap malam akan ada patroli dalam skala besar," kata dia.

    Program tersebut merupakan salah satu prioritas yang akan dilakukan oleh Polda Jabar dalam kepemimpinan Moechgiyarto. Selain itu, mantan Kepala Divisi Hukum Polri itu akan membiasakan anggotanya untuk menciptakan kondisi aman dan tertib di lingkungan masyarakat.

    Moechgiyarto resmi diangkat oleh Kapolri sebagai Kapolda Jabar menggantikan Mochamad Iriawan. Pada Selasa, 16 Juni 2015, Moechgiyarto dan Iriawan melakukan kegiatan lepas sambut di Markas Polda Jabar.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.