Sambut Ramadan Ribuan Anak Sekolah Gelar Pawai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melintas di depan lampion Damar Kurung ukuran besar yang terpasang di area Wahana Ekspresi Poesponegoro, Gresik, Jumat 18 Juli 2014. Damar Kurung adalah lampion tradisional Kota Gresik yang berkembang sejak masa Sunan Giri yang menjadi ikon sejarah tradisional tertua Gresik dan dilakukan untuk menyambut bulan Ramadan. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah warga melintas di depan lampion Damar Kurung ukuran besar yang terpasang di area Wahana Ekspresi Poesponegoro, Gresik, Jumat 18 Juli 2014. Damar Kurung adalah lampion tradisional Kota Gresik yang berkembang sejak masa Sunan Giri yang menjadi ikon sejarah tradisional tertua Gresik dan dilakukan untuk menyambut bulan Ramadan. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Kudus - Anak-anak di Kudus, Jawa Tengah, menyukai suasana Ramadan karena saat bulan puasa itu ramai orang menjual makanan.  “Saya suka bulan puasa karena ramai,” kata siswa Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Umar bin Khatab, Zaki, Selasa 9 Juni 2015.

    Zaki dan ribuan siswa sekolah Islam lainnya berada dalam rombongan kirab menyambut datangnya Ramadan 1436 Hijriah di Kudus, Selasa 9 Juni 2015. Zaki sangat bersemangat. Karena tahun ini merupakan tahun pertama dirinya ikut berpuasa, “Aku sudah besar jadi harus puasa, tahun kemarin belum puasa karena masih kecil,” ujarnya.

    Peserta pawai yang didominasi siswa PAUD dan TK ini terlihat antusias mengikuti kirab. Mereka membawa sejumlah poster dan umbul-umbul yang bertuliskan Selamat Datang Ramadhan. “Kegiatan ini untuk menyambut datangnya Ramadan,” ujar ketua panitia kirab, Budi Hartono.

    Menurut dia, bulan puasa harus disambut dengan bahagia. “Seperti kirab ini,” katanya. Dia berharap, dengan adanya kirab ini rasa bahagia dan semangat anak-anak pada pawai ini bisa tertular pada saat mereka menjalankan ibadah puasa.  

    Pada kirab itu, anak-anak itu menyaksikan pertunjukan tari Saman yang dibawakan siswa sekolah kejuruan di alun-alun Kota Kudus.

    FARAH FUADONA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.