Hari Lingkungan Hidup, Jokowi Undang Pemulung ke Istana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres Demokrat di Surabaya, 12 Mei 2015. Presiden menyempatkan diri membuka Kongres Demokrat keempat ini. TEMPO/Nurdiansah

    Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres Demokrat di Surabaya, 12 Mei 2015. Presiden menyempatkan diri membuka Kongres Demokrat keempat ini. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengundang 300 petugas kebersihan dan pemulung dari sejumlah kota di Indonesia. Mereka diundang dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup di halaman Istana Bogor.

    "Mari jadikan bumi sebagai tempat yang nyaman. Bumi bisa mencukupi kebutuhan seluruh manusia, tapi tak akan cukup memenuhi kebutuhan segelintir orang yang serakah," ujar Jokowi di Istana Bogor, Jumat, 5 Juni 2015.

    Dalam perayaan ini, Jokowi juga menyerahkan penghargaan Kalpataru, Adiwiyata Mandiri, serta penyusun status lingkungan hidup daerah terbaik pada para pegiat lingkungan.

    "Yang sudah dilakukan para penerima penghargaan saya rasa baik sekali untuk mendidik anak-anak kita agar ramah lingkungan," kata dia.

    Menjaga lingkungan, kata Jokowi, memerlukan aksi yang berskala global, perlu inisiatif, sinergi pemangku kepentingan, pemerintah, masyarakat, organisasi masyarakat, dan pengusaha.

    Ide mengundang para petugas kebersihan adalah murni ide Jokowi. "Ini ide beliau. Kalau soal seperti ini, beliau sangat peduli," kata Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki.

    Amin, 26 tahun, petugas kebersihan dari Jakarta Utara, mengaku senang dan bangga diundang Presiden ke Istana. Ia mengaku baru pertama kali melancong ke Bogor dan mendapat kesempatan berfoto dengan Jokowi. "Senang sekali, semoga acara seperti ini rutin," katanya.

    Tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah "Mimpi dan Aksi Bersama untuk Keberlanjutan Bumi". Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Adapun para menteri yang tampak hadir adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan serta Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.