Pasang Rangka Patung Raksasa, Nuarta Mau Undang Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Bali. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Bali. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Bandung -Pendirian patung raksasa garuda Wisnu Kencana memasuki babak baru Agustus 2015 mendatang. Seniman pembuatnya, I Nyoman Nuarta, berencana memulai pemasangan perdana rangka patung setinggi 75 meter di Bukit Ungasan, Jimbaran, Bali. “Presiden mau diundang, sekarang masih fokus pada persiapan patungnya,” kata Nuarta, Kamis 28 Mei 2015.

    Proses pembuatan patung itu di studio Nu Art, Bandung, masih berjalan. Berjumlah pekerja sebanyak 250 orang, pembuatan patungnya  telah lebih dari 60 persen. Tiga pekan sekali, potongan patung diangkut dari Bandung ke Bali dengan 8 hingga 12 truk tronton. “Tiap truk hanya bisa memuat 2-3 potong,” ujarnya.

    Agustus mendatang, dijadwalkan pemasangan rangka perdana patung. Rangka itu semula akan memakai besi baja, kemudian Nuarta memilih stainless steel. Harganya tiga kali lipat dari baja. Nuarta mengeluarkan sendiri uang untuk penggantian material itu. “Supaya lebih kuat. Seniman kan ingin karyanya bagus dan tahan lama,” kata dia.

    Pemasangan rangka patung itu diperkirakan berlangsung selama dua tahun atau hingga 2017. Adapun total pembiayaan patung ditanggung oleh sebuah perusahaan swasta, Alam Sutera. “Total dananya tidak tahu, sepanjang ini pembiayaan masih lancar dan patung harus jadi,” ujarnya.

    Patung Garuda Wisnu Kencana setinggi 75 meter, selebar rentang sayap 64 meter, berdiri di atas penopang setinggi 50-60 meter. Dari permukaan laut, patung itu akan menjulang setinggi 280 meter.

    Adapun soal pelaporan kasus penipuan dan penggelapan uang yang disampaikan ke polisi pada 2014, kata Nuarta, belum beres. Oktober lalu ia melaporkan kasus penggelapan uang yang ia duga dipakai mantan pimpinan perusahaannya, ES dan GC, ke markas Kepolisian Daerah Jawa Barat. Nuarta merasa mereka tidak bisa mempertanggung jawabkan pemakaian uang kas kantornya sebesar Rp 300 miliar.

    Sebelumnya ia pernah melaporkan kasus serupa, setelah pelaku yang kini menjadi tersangka, membobol uang simpanan Rp 45 miliar di sebuah bank pemerintah. Duit ratusan miliar itu, merupakan hasil pembelian saham perusahaan Nuarta dan rekannya oleh perusahaan lain. Sambil kasus itu berjalan di kepolisian, kata Nuarta, proyek pembangunan Garuda Wisnu Kencana tetap dikerjakan. “Kasus itu tidak mempengaruhi pengerjaan patung, malah jadi inspirasi baru buat berkarya,” kata Nuarta. Ia berniat membuat patung hantu dewi keadilan, dan akan dipamerkan di galeri miliknya.

    ANWAR SISWADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.