TKI Asal Lumajang Tewas Dibunuh di Kairo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    TEMPO.CO, Lumajang - Winarti Musiar, 45 tahun, warga Lumajang yang menjadi TKI di Kairo, dikabarkan tewas dibunuh. "Kakak saya menjadi korban pembunuhan," kata Widayani, adik korban, saat ditemui di rumah duka, di Dusun Krajan, Desa Kebonsari, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, Rabu, 27 Mei 2015.

    Kabar itu ia terima setelah ada telepon dari KBRI di Kairo. "Selasa malam sekitar pukul 20.30 WIB, saya mendapat telepon dari KBRI Kairo, atas nama Nugroho," kata Widayani. Perwakilan dari KBRI Kairo itu memberitahukan bahwa TKI atas nama Winarti binti Musiar meninggal dunia pada Minggu, 23 Mei 2015.

    Widayani menceritakan pada Ahad, 23 Mei 2015, korban seharusnya membukakan pintu rumah saat pagi hari ketika sejumlah pembantu rumah tangga lainnya akan masuk kerja. Di rumah itu, korban tinggal bertiga dengan pasangan suami-istri yang merupakan dua majikannya. Majikan laki-lakinya bernama Jahlul Ahmed.

    Winarti dan sopir yang memegang kunci rumah. Pintu rumah tak kunjung terbuka. Sopir kemudian yang membukakan pintu itu.

    Setelah dibuka, sejumlah pembantu rumah tangga lain masuk ke rumah lalu bekerja. "Tapi Winarti tidak ada dan dikira masih tidur. Beberapa kali pintu kamarnya diketuk, tidak ada jawaban. Hingga akhirnya, pintu kamar didobrak sopir," ujarnya. Baru kemudian diketahui kalau Winarti sudah terkapar dan tak bernyawa.

    Widayani tak diberi tahu kondisi kakaknya saat meninggal. Sementara itu, Sudahar, saudara ipar korban, mengatakan pelaku pembunuh Winarti telah tertangkap. Menurut Sudahar, pembunuh kakak iparnya itu diduga rekan sesama pembantu. "Mungkin motifnya iri dengki. Kakak saya itu pembantu kesayangan majikannya. Kasusnya sekarang sedang ditangani kepolisian Kairo," ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lumajang Ismail mengaku belum mengetahu penyebab kematian TKI asal Lumajang. "Saya belum bisa memastikan. Infonya karena sakit," kata Ismail. Hal yang sama juga disampaikan Kepala Kepolisian Sektor Yosowilangun Ajun Komisaris Budi Setiyono. "Kami belum tahu. Info yang saya tahu, kasus ini sedang diinvestigasi di sana (Kairo)," ujar Budi.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.