JK: Dana untuk Pengungsi Rohingya dari APBN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidatonya di acara Lunheon di Asia House, London, Inggris. Dok. Vishnu Juwono

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidatonya di acara Lunheon di Asia House, London, Inggris. Dok. Vishnu Juwono

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah menyisihkan sebagian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membantu pengungsi Rohingya. JK  sudah meminta beberapa kementerian dan lembaga terkait untuk turun langsung membantu pengungsi Rohingya di Aceh.

    "Kami sudah keluarkan APBN untuk itu, dan sudah saya perintahkan Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah juga tangani," kata JK di Masjid Sunda Kelapa, Ahad, 24 Mei 2014. "Masyarakat juga harus membantu, dan saya berterima kasih karena semua pihak mau membantu."

    JK tak mau menyebut jumlah anggaran yang dikeluarkan untuk pengungsi Rohingya. Menurut dia, jumlah itu tak sebanding dengan rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. "Sesuai dengan bunyi Pancasila: kemanusiaan yang adil dan beradab. Kami kan ada anggaran untuk bencana. Pokoknya, enggak usah tanyakan berapa jumlahnya."

    Sebelumnya, saat mengunjungi Aceh, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menuturkan pemerintah memberi bantuan sejumlah Rp 2,3 miliar untuk membantu pengungsi Rohingya. Dana itu bersumber dari anggaran bencana sosial dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial.

    Ribuan imigran, terdiri atas muslim Rohingya asal Myanmar dan warga Bangladesh, berdatangan ke Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam satu bulan terakhir. Sekitar 1.700 di antaranya mendarat di Aceh. Diperkirakan 7.000 orang masih terapung-apung di Laut Andaman dan Selat Malaka.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.