Hizbur Tahrir Salurkan Bantuan ke Pengungsi Rohingya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah imigran Rohingya memakan sejumlah makanan saat dibawa dengan menggunakan truk militer, saat tiba di pelabuhan desa Julok di Kuta Binje, Aceh, 20 Mei 2015. REUTERS

    Sejumlah imigran Rohingya memakan sejumlah makanan saat dibawa dengan menggunakan truk militer, saat tiba di pelabuhan desa Julok di Kuta Binje, Aceh, 20 Mei 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Lhokseumawe - Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Langsa menyalurkan bantuan yang digalang dari masyarakat untuk pengungsi Rohingya dan Banglades di kamp penampungan sementara di Pelabuhan Kuala Langsa, Rabu, 20 Mei 2015. Bantuan diserahkan langsung kepada pengungsi.

    Koordinator Aksi Kemanusiaan HTI Arifin mengatakan, bantuan berupa makanan dan kebutuhan lainnya diberikan secara langsung atas permintaan pemberi bantuan. “Ini amanah penyumbang, kami hanya melaksanakan,” ujar Arifin, Rabu.

    Menurut Arifin, meski hanya berinteraksi dengan pengungsi dalam waktu singkat, dia bisa menilai apa yang mereka butuhkan. Dengan begitu, kata Arifin, mereka bisa mengetahui kebutuhan mendesak para pengungsi.

    “Kita juga rencananya buka posko di sana dan memulihkan mental para pengungsi. Kita sedang melihat jadwal dan metode yang tepat sehingga kegiatan-kegiatan lainnya juga bisa berjalan lancar,” ujar Arifin.

    Kini Aceh menampung sebanyak 1.744 pengungsi Rohingya dan Banglades. Jumlah tersebut berdasarkan daerah para pengungsi tersebut terdampar. Pertama kejadian pada Minggu, 10 Mei 2015 sebanyak 582 orang terdampar di Pesisir Pantai Seunundon Kabupaten Aceh Utara dan kini ditempatkan di TPI Kuala cangkoy dan Gedung Eks imigrasi Punteut Lhokseumawe.

    Berselang tiga hari, tepatnya Jumat, 13 Mei 2015, nelayan Langsa menyelamatkan 682 orang. Mereka masing –masing pengungsi Rohingya 257 orang, 118 laki-laki, 76 perempuan, (1 ibu hamil dan 63 anak-anak) dan pengungsi Banglades 425 orang. Mereka semua ditampung di Pelabuhan Kuala Langsa.

    Pada hari yang sama, nelayan Sama Kurok Seuruway, Kabupaten Aceh Tamiang, menyelamatkan 47 orang yang terdiri dari 38 etnis Rohingya (12 perempuan dan 26 laki-laki) serta warga Bangladesh 9 orang. Mereka ditampung di gedung SKB Kabupaten Aceh Tamiang.

    Terakhir pada, Rabu, 20 Mei 2015, nelayan asal Julok Kabupaten Aceh Timur menyelamatkan 433 pengungsi etnis Rohingya dan pekerja Banglades.

    IMRAN MA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.