Pesan Risma di Harkitnas Khusus untuk Anak Muda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya Tri Rismaharini membagikan rujak kepada warga saat ikuti Festival Rujak Uleg 2015 di sepanjang jalan Kembang Jepun, Surabaya, 10 Mei 2015. FULLY SYAFI

    Walikota Surabaya Tri Rismaharini membagikan rujak kepada warga saat ikuti Festival Rujak Uleg 2015 di sepanjang jalan Kembang Jepun, Surabaya, 10 Mei 2015. FULLY SYAFI

    TEMPO.COSurabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung menemui para siswa-siswi yang mengikuti upacara Hari Kebangkitan Nasional di Balai Kota Surabaya, 20 Mei 2015. Di depan puluhan generasi muda itu, Risma menyampaikan bahwa pada hari kebangkitan ini generasi muda Surabaya harus berani mengatakan tidak pada sesuatu yang tidak baik bagi masa depan. 

    "Negara ini milik kalian, kalian harus berani bilang tidak, termasuk pada narkoba," kata Risma di depan puluhan siswa.

    Menurut Risma, jangan pernah sekali-kali tergoda memakai narkoba.  Apabila ada yang menawarkan sesuatu yang tidak dikenal (narkoba), harus berani menolak tapi dengan cara yang sopan. 

    "Mengerti anak-anakku? Berjanji ya sama ibu untuk menolaknya?" ujar Risma dan diiyakan oleh puluhan siswa itu.

    Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengimbau kepada puluhan siswa-siswi itu agar tidak mudah putus asa dalam berjuang meraih kesuksesan untuk masa depan. "Tidak ada kata galau dan putus asa," tutur Risma. 

    Risma berharap, jika siswa ada masalah—termasuk tidak punya sepatu bagus, tidak punya baju bagus, dan buku bagus, agar segera melapor melalui surat yang ditulis tangan. "Tidak perlu ngetik komputer, tulis tangan saja, nanti saya tanggapi." 

    "Setiap masalah ada solusinya. Yang penting generasi muda jangan terpengaruh narkoba," ucapnya. 

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.