Alasan Risma Tak Ikut Fit And Proper Tes PDIP Jawa Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo di Palmerah Jakarta Selatan. TEMPO/Ngarto Februana

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo di Palmerah Jakarta Selatan. TEMPO/Ngarto Februana

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ternyata mendapatkan perlakuan istimewa dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Risma akan diundang khusus oleh Megawati ke Jakarta, sehingga tidak perlu hadir dalam fit and proper test yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jawa Timur.

    "Bu Risma akan diundang khusus oleh ibu Ketua umum (Megawati Soekarnoputri) di Jakarta dalam waktu dekat,” kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto kepada wartawan, Sabtu, 9 Mei 2015.

    Risma tidak mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang diselenggarakan DPD PDIP Jawa Timur, Sabtu, 9 Mei 2015. Padahal nama Risma tercantum dalam daftar hadir uji kelayakan dan kepatutan kandidat kepala daerah dan wakil kepala daerah di Jawa Timur. Wakil Wali Kota Wisnu Sakti Buana juga terdapat dalam daftar itu.

    Menurut Hasto, Risma akan bertemu langsung dengan Megawati untuk membicarakan kebijakan yang akan dilakukan pemimpin daerah sesuai dengan harapan rakyat yang lebih baik ke depannya. Karena itu, perlu ada dialog khusus antara Risma dengan Megawati.

    Selain itu, Hasto memandang Risma sebagai figur kepala daerah dari PDIP yang sangat berhasil, sehingga patut dicontoh oleh kader-kader PDIP lainnya yang ingin menjabat sebagai kepala daerah. Dalam rangka mencontoh pengalaman Risma selama menjadi wali kota Surabaya, maka partainya akan mengadakan sekolah kader yang dikhususkan bagi kader PDIP yang tersaring melalui fit and proper test dan akan menjadi calon kepala daerah.

    “Bu Risma kami undang sebagai salah satu pembicaranya pada sekolah itu,” kata dia.

    Harapannya, ujar Hasto, Risma mampu membagi pengalamannya selama memimpin Kota Surabaya yang kian membaik, sehingga kader PDIP yang menjadi kepala daerah betul-betul hadir sebagai pemimpin yang merakyat dan mampu menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.