Setelah Diperiksa KPK, Bupati Tanah Laut Mendadak 'Amnesia'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi IV dari Fraksi PDIP, Adriansyah yang ditangkap KPK saat Kongres PDIP di Bali dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan pertama di gedung Komisi pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, 16 April 2015. Adriansyah ditangkap bersama dengan seorang yang diduga anggota polisi saat sedang bertransaksi suap sebesar US$ 40.000. Tempo/Aditia Noviansyah

    Anggota Komisi IV dari Fraksi PDIP, Adriansyah yang ditangkap KPK saat Kongres PDIP di Bali dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan pertama di gedung Komisi pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, 16 April 2015. Adriansyah ditangkap bersama dengan seorang yang diduga anggota polisi saat sedang bertransaksi suap sebesar US$ 40.000. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah mendadak "amnesia" setelah diperiksa selama lima jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Ditanya macam-macam oleh wartawan, ia menjadi serbalupa. "Aduh, saya tak ingat," kata Bambang sambil keluar dari area gedung KPK, Selasa, 5 Mei 2015.

    Bambang keluar dari gedung KPK pada pukul 14.15 WIB. Mengenakan jaket abu-abu, dia tampak kaget saat banyak wartawan yang mengerubunginya. Dia mengklaim tak terlibat dalam kasus korupsi yang disangkakan KPK kepada ayahnya, Adriansyah, bekas Bupati Tanah Laut yang kini menjabat anggota Komisi Kehutanan Dewan Perwakilan Rakyat. "Nah, kalau itu tidak, tidak ada uang dan tidak ada proses yang janggal," kata Bambang.

    Namun saat kembali ditanya apakah ada uang tak lazim yang pernah diterimanya yang berasal dari PT Mitra Maju Sukses, perusahaan penyuap ayahnya, Bambang terlihat bingung. "Aduh, tidak ada," ujarnya. Tatkala ditanya apakah penyidik KPK menanyakan hal yang sama, Bambang tersenyum sambil berkata, "Saya lupa."

    Bambang juga menjawab tidak ingat saat ditanya tentang penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di rumah dan kantor dinasnya. "Saya tak ingat, lupa," katanya. Pada 22 April lalu, penyidik menggeledah tiga tempat dalam kaitan dengan dugaan korupsi Adriansyah. Selain menggeledah dua tempat itu, KPK mengubek-ubek kantor Dinas Pertambangan Provinsi Kalimantan Selatan.

    Adriansyah tertangkap tangan oleh penyidik KPK saat menerima duit dari Direktur Mitra Maju Sukses Andrew Hidayat melalui Brigadir Agung Krisdianto di Hotel Swiss-Belresort di Sanur, Bali, pada 9 April lalu. Dalam penangkapan, penyidik menyita duit sekitar Rp 500 juta dalam bentuk dolar Singapura dan rupiah.

    Duit itu diduga suap untuk memuluskan perizinan usaha tambang batu bara Mitra Maju Sukses di wilayah Kabupaten Tanah Laut. Adriansyah menjabat Bupati Tanah Laut dari 2003 hingga 2013. Kini kabupaten tersebut dipimpin Bambang Alamsyah, putra Adriansyah.

    MUHAMAD RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.