PT Tirta Wahana Bantah Berniat Keruk Pasir di Banyuwangi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan warga dan pekerja wisata air yang tergabung dalam ForBali (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi) membentangkan poster penolakan reklamasi dan pencabutan Perpres No.51/2014 saat unjuk rasa di Teluk Benoa, Badung, Bali, 15 Agustus 2014. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ratusan warga dan pekerja wisata air yang tergabung dalam ForBali (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi) membentangkan poster penolakan reklamasi dan pencabutan Perpres No.51/2014 saat unjuk rasa di Teluk Benoa, Badung, Bali, 15 Agustus 2014. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Direktur Utama PT Tirta Wahana Bali Internasional Hendi Lukman membantah akan menambang pasir laut Banyuwangi untuk reklamasi Teluk Benoa, Bali. "Belum ada rencana itu," kata Hendi saat dihubungi Tempo, Kamis, 2 April 2015.

    Tetapi Hendi membenarkan bahwa bulan lalu dia datang ke Banyuwangi dalam kapasitas sebagai Direktur Jakarta International Hotel and Development (group Artha Graha). Kedatangannya, kata Hendi, atas undangan Bupati Banyuwangi untuk melihat peluang investasi dalam bidang pariwisata.

    Hendi melakukan survei ke Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Blimbingsari, dan Gunung Ijen. Akan tetapi hingga saat ini, perusahaannya belum memutuskan apakah akan berinvestasi di Banyuwangi atau tidak.

    PT Tirta Wahana sendiri, kata Hendi, masih fokus ke Kabupaten Lombok Timur untuk kebutuhan material pasir dalam proyek revitalisasi Teluk Benoa. Pertambangan pasir laut di Lombok Timur dilakukan oleh PT Dinamika Atriya Raya, perusahaan lokal setempat. Seluruh proses perizinan PT Dinamika pun diklaimnya telah lengkap. "Kalau ambil pasirnya dari Banyuwangi justru kejauhan," katanya.

    Tapi Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Banyuwangi Abdul Kadir menyatakan hal yang bertolak belakang. Menurut Kadir, Kamis pagi tadi, perwakilan dari PT Tirta Wahana datang ke kantornya untuk menyerahkan proposal perizinan. Akan tetapi, pemerintah Banyuwangi menolak proposal tersebut karena kewenangan penerbitan izin pertambangan saat ini berada di Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Jadi langsung kami tolak," kata Kadir.

    Menurut Kadir, PT Tirta Wahana akan mengeruk pasir Banyuwangi di tiga kecamatan, salah satunya di Pantai Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi. Pasir laut tersebut akan digunakan untuk mereklamasi Teluk Benoa, Bali.

    PT Tirta Wahana akan mereklamasi 700 hektare kawasan Teluk Benoa. Semula, perusahaan itu berencana menggunakan pasir dari Bali dan perairan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, untuk melakukan reklamasi.

    Tapi Gubernur Nusa Tenggara Barat M. Zainul Majdi menolak rencana pengerukan pasir di wilayahnya karena akan merusak ekosistem lingkungan. Adapun proyek reklamasi Benoa ditolak masyarakat Bali.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.