Kamis, 15 November 2018

Tiga Kecamatan di Tasikmalaya Terendam Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunggui rumahnya yang dilanda banjir tahunan akibat luapan anak sungai Bengawan Solo di kabupaten Gresik, Jawa Timur, 7 Februari 2015. TEMPO/Artika Rachmi Farmita

    Warga menunggui rumahnya yang dilanda banjir tahunan akibat luapan anak sungai Bengawan Solo di kabupaten Gresik, Jawa Timur, 7 Februari 2015. TEMPO/Artika Rachmi Farmita

    TEMPO.COTasikmalaya - Sejumlah daerah di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terendam banjir pada Senin, 16 Februari 2015. Daerah yang terendam di antaranya Kampung Purbasari, Kecamatan Purbaratu; Bojongherang, Kecamatan Kawalu; Kampung Nyompet, Leuwigenta; dan Kotabaru, Kecamatan Cibeureum.

    Ketinggian air di daerah tersebut mulai betis hingga sepinggang orang dewasa. Akibat bencana ini, ratusan jiwa diungsikan. "Tempat pengungsian ada di madrasah dan rumah warga yang dirasa aman," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya Soni Sudrajat saat ditemui di kantornya, Senin siang.

    Di daerah Purbasari, Soni menjelaskan, 16 rumah terendam dan 61 jiwa diungsikan. Sedangkan di Kampung Nyompet, sembilan rumah terendam dan 27 jiwa diungsikan. "Di Kotabaru, ada sekitar 31 jiwa diungsikan, dan di Bojongherang tiga rumah terendam," katanya.

    Menurut Soni, untuk sementara, banjir di daerah tersebut terjadi karena curah hujan tinggi yang mengakibatkan sungai di sekitar permukiman warga meluap. "Selain banjir, ada pula pohon tumbang di Cibeureum. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini," katanya.

    Soni menjelaskan data tersebut dihimpun hingga Senin siang. "Sekarang masih pendataan."

    Untuk bantuan, kata dia, pihak BPBD sudah memberikan selimut, pakaian, dan susu bayi. "Warga yang mengungsi sudah mulai kembali ke rumah. Mereka sedang bersih-bersih rumah," ujarnya.

    Banjir menyebabkan kolam ikan milik warga Leuwigenta rusak. Di daerah ini, ada delapan kolam rusak akibat diterjang banjir. "Ikan lepas terbawa banjir," kata Utad Taryadi, pemilik kolam.

    Dia mengaku tiga kolam ikan miliknya hancur karena banjir. Ditanya soal kerugian, Utad belum merincinya. "Di tiga kolam itu saja, ada 3 kuintal ikan jenis gurame dan mas," ucapnya.

    Menurut Utad, hujan mulai mengguyur wilayah Leuwigenta sejak Minggu sore. Namun banjir terjadi Senin dinihari sekitar pukul 00.00. "Tanggul tidak kuat menahan debit air sehingga jebol. Air kemudian masuk ke kolam ikan," katanya.

    Endang, warga Setianegara, mengatakan wilayahnya baru pertama kali terendam banjir. Sebelumnya, daerah ini bebas banjir. "Ini baru kejadian," tuturnya.

    Akibat banjir, dinding dapur rumah miliknya ambrol. "Pas mau tidur masih belum ambrol. Tetapi, ketika Subuh dicek, dinding dapur ambrol," katanya.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.