Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

DPRD Keberatan Direktur Kebun Binatang Mundur  

image-gnews
Seorang petugas menyiapkan makanan daging ayam untuk Singa dan Harimau di depan kandang di  Kebun Binatang Surabaya (13/2). Setiap hari 150 hingga 200 kilogram daging ayam di siapkan untuk makanan satwa predator seperti Singa Afrika, Harimau Sumatera, dam Harimau Benggala. TEMPO/Fully Syafi
Seorang petugas menyiapkan makanan daging ayam untuk Singa dan Harimau di depan kandang di Kebun Binatang Surabaya (13/2). Setiap hari 150 hingga 200 kilogram daging ayam di siapkan untuk makanan satwa predator seperti Singa Afrika, Harimau Sumatera, dam Harimau Benggala. TEMPO/Fully Syafi
Iklan

TEMPO.CO, Surabaya - Komisi Bidang Perekonomian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Surabaya meminta Direktur Kebun Binatang Surabaya Ratna Achjuningrim membatalkan niatnya untuk mundur. Dewan menilai, Ratna masih dibutuhkan untuk membenahi Kebun Binatang dari keruwetan.

"Bu Ratna mundurnya nanti saja setelah masalah-masalah di Kebun Binatang Surabaya beres," kata Ketua Komisi Bidang Perekonomian DPRD Surabaya Mazlan Mansur dalam rapat dengar pendapat, Senin, 19 Januari 2015. (Baca berita terkait: Direktur Mundur, Bonbin Surabaya Kemelut Lagi?)

Mazlan meminta Ratna bertahan, setidaknya sampai masalah peralihan aset kebun binatang tertua di Indonesia itu selesai. Terhadap keberatan Dewan, Ratna belum bisa memutuskan. Ia masih akan membicarakan dengan Badan Pengawas Kebun Binatang. "Saya koordinasikan dulu ke Badan Pengawas," kata dia.

Menurut Ratna, dirinya sebenarnya hanya butuh kejelasan wewenang untuk mengelola Kebun Binatang supaya tidak sulit melangkah. Sebab, kata dia, Direksi Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang belum mendapat izin dari Pemerintah Kota Surabaya untuk menggunakan dana perbaikan kandang. (Baca: Pembenahan Bonbin Surabaya Masih Terkendala Aset.)

Ratna berujar keinginannya meninggalkan Kebun Binatang bukan karena ditekan oleh siapa pun. Menurutnya Perkumpulan Taman Flora dan Satwa Surabaya pernah beberapa kali mengunjungi Kebun Binatang. Kepada perkumpulan, Ratna menekankan bahwa direksi Perusahaan Daerah Taman Satwa hanya mengelola aset milik Pemerintah Kota Surabaya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Surat pengunduran diri yang disampaikan Ratna pada September 2014  itu ditolak oleh Badan Pengawas. Ketua Badan Pengawas Hery Purwanto beralasan saat itu masa jabatan Ratna belum genap 25 bulan. Masa jabatan Ratna baru menginjak 25 bulan pada 22 Januari 2015. (Lihat pula: Cara Baru Risma Kelola Kebun Binatang Surabaya.)

Hery menilai Ratna sebagai figur yang diperlukan untuk memimpin Kebun Binatang Surabaya. Selain pintar, kata dia, Ratna juga sosok yang tabah, bisa bekerja dengan baik dan netral. "Nanti kami lihat dulu, siapa tahu setelah ini Bu Ratna berubah pikiran," kata Hery.

AGITA SUKMA LISTYANTI

Baca Berita Terpopuler Lainnya:
Duka Air Asia, Ada Penghambat Identifikasi Korban
Tragedi Air Asia, 2 Jenazah Baru Ditemukan
Ahok Bakal Batasi Usia Mobil, Penjualan Akan Naik? 
Ahok Bongkar Anggaran Siluman, Saran untuk DPRD
Drone, Seperti Burung Dara yang Bisa Kembali
Gadis Indo Jelita Si Pemulung

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Tanggapi Keluhan Warga, Mensos Risma Gunakan Teknologi dalam Pencarian Air Bersih

1 hari lalu

Tanggapi Keluhan Warga, Mensos Risma Gunakan Teknologi dalam Pencarian Air Bersih

Mensos menjelaskan, timnya dari Kemensos akan mencarikan sumber air bersih terdekat.


Mensos Risma Optimalkan RAPI untuk Penanganan Bencana

4 hari lalu

Mensos Risma Optimalkan RAPI untuk Penanganan Bencana

Langkah terbaru Mensos Risma, dengan memanfaatkan jaringan Radio Amatir Penduduk Indonesia (RAPI) sebagai sarana vital untuk komunikasi darurat di wilayah terdampak bencana.


Pengamat Politik Unair Menilai PKB Kikuk di Pilkada Jatim 2024 karena Belum Punya Calon Kuat Hadapi Khofifah

11 hari lalu

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga bakal calon wakil presiden, Muhaimin Iskandar (tengah) menghadiri silaturahmi dengan Kiai dan Bu Nyai se-Jawa Timur bagian barat di Pondok Pesantren Al Aqobah 4 Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ahad, 10 September 2023. Silaturahmi itu untuk meminta restu Kiai di Jawa Timur dan menyatukan dukungan terhadap Muhaimin Iskandar sebagai cawapres mendampingi Anies Baswedan pada Pilpres 2024. ANTARA/Syaiful Arif
Pengamat Politik Unair Menilai PKB Kikuk di Pilkada Jatim 2024 karena Belum Punya Calon Kuat Hadapi Khofifah

PKB dinilai belum memiliki calon kandidat gubernur yang sepadan untuk bertarung dengan gubernur inkumben Khofifah Indar Parawansa.


Menteri Risma Ogah Hadiri Undangan Rapat Bahas Fakir Miskin di Hotel

12 hari lalu

Menteri Sosial Tri Rismaharini melantik sebanyak 410 wisudawan dan wisudawati Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekessos) di Bandung, Antara/HO-Kemensos
Menteri Risma Ogah Hadiri Undangan Rapat Bahas Fakir Miskin di Hotel

Pembahasan DTKS tidak perlu dilakukan di tempat mewah. Pembahasan bisa dilakukan di mana saja. Sebab, Risma menilai, hasil rapat lebih penting.


Nama Sri Mulyani Masuk Bursa Bakal Calon Gubernur Jakarta dari PDIP

14 hari lalu

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) didampingi jajarannya memasuki ruangan untuk memimpin konferensi pers APBN Kita edisi April 2024 di Jakarta, Jumat 26 April 2024. Pendapatan negara hingga Maret 2024 sebesar Rp 620,01 triliun, belanja negara sebesar Rp 611,9 triliun, sehingga APBN surplus Rp 8,1 triliun. TEMPO/Tony Hartawan
Nama Sri Mulyani Masuk Bursa Bakal Calon Gubernur Jakarta dari PDIP

Gilbert Simanjuntak, mengatakan nama Sri Mulyani masuk bursa bacagub bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan mantan Panglima TNI Andika Perkasa.


Kemensos Lakukan Asesmen Biopsikososial Terhadap 284 ODGJ

17 hari lalu

Kemensos Lakukan Asesmen Biopsikososial Terhadap 284 ODGJ

Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumba Timur, untuk memastikan penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)


Masuk Bursa Cagub Jakarta, Risma: Saya Takut dan Tak Punya Uang

23 hari lalu

Menteri  Sosial Tri Rismaharini  menjadi pembicara pembuka hari kedua Forum Infrastruktur Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD)di Paris Prancis, Rabu  pagi, 10 April 2024. (Sumber: Istimewa)
Masuk Bursa Cagub Jakarta, Risma: Saya Takut dan Tak Punya Uang

PDIP sebelumnya mengusulkan Menteri Sosial Tri Rismaharini hingga Menpan RB Abdullah Azwar Anas sebagai cagub Jakarta.


Bantu Desain Ulang Kemasan, Upaya Kemensos Keluarkan Pelaku UMKM dari Kemiskinan

24 hari lalu

Bantu Desain Ulang Kemasan, Upaya Kemensos Keluarkan Pelaku UMKM dari Kemiskinan

Sebanyak 11 ribu orang telah keluar dari kemiskinan. Di bulan ini, ada sekitar 4.000 orang keluar dari kemiskinan


Termasuk Nama Potensial di Pilkada Jakarta, Mengapa Anies Baswedan Belum Terpikir Maju?

30 hari lalu

Calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan, menyambangi rumah dinas pasangannya dalam kontestasi pilpres 2024, Muhaimin Iskandar, di Jl. Widya Chandra IV No. 23, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 20 April 2024. Anies bersama keluarganya tiba di rumah dinas Cak Imin pukul 14.46 WIB. TEMPO/Defara
Termasuk Nama Potensial di Pilkada Jakarta, Mengapa Anies Baswedan Belum Terpikir Maju?

Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan enggan menanggapi pertanyaan wartawan apakah akan maju lagi pada Pemilikan Kepala Daerah DKI Jakarta.


Pengamat Klaim 3 Tokoh Ini Punya Modal Popularitas untuk Maju Pilkada Jakarta

30 hari lalu

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo di Jakarta, Jumat 12 Mei 2023. ANTARA/Fath Putra Mulya
Pengamat Klaim 3 Tokoh Ini Punya Modal Popularitas untuk Maju Pilkada Jakarta

Pengamat Politik Karyono menyebut ada tiga tokoh yang memiliki modal popularitas untuk maju Pilkada Jakarta. Siapa saja?