Tim Keamanan Bersama Kunjungi Korban Bentrok di Aceh Utara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Tim Joint Security Comittee atau Komite Keamanan Bersama Aceh Utara, Jum'at (10/1), sekitar pukul 11.30 WIB, mengunjungi tiga korban luka tembak yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum daerah Cut Meutia di Bukit Rata, Lhokseumawe. Ketiganya mengalami luka tembak ketika terjadi penghadangan masa yang ingin mengahadiri acara aksi damai Suara Rakyat Aceh di Lhokseumawe, Kamis (9/1) pagi. Kedatangan Tim JSC Pos Aceh Utara yang berjumlah tujuh orang di bawah pimpinan Maj Junie Latonero (Thailand) diterima oleh Dokter Tambah M Syuibsyah. Kepada wakil pimpinan rumah sakit, Junie Latonero mengatakan, kedatangan pihaknya untuk memastikan bahwa korban kekerasan tersebut mendapat pelayanan kesehatan dengan baik. Dokter Tambah kepada Tempo News Room mengatakan, tim medis rumah sakit akan segera melakukan operasi setelah dilakukan pemotretan pada bagian luka. "Hasil hipotesa itu luka tembak. Tapi kita masih harus melakukan rontgen untuk memastikan ada tidaknya proyektil yang bersarang di dalam tubuh korban," katanya. Dokter Sri Meutia Dewi yang mendampingi Dokter Tambah menyebutkan, ketiga korban diketahui masing-masing Anwar bin Ilyas, 23 tahun, warga Desa Pusong Geudong, Kecamatan Samudera. Korban mengalami luka robek di bagian telapak kaki kiri. Abdullah, 20 tahun, dan adiknya Ilhamil, 18 tahun, yang diketahui sebagai warga Desa Teupin Punti, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Abdullah menderita luka tembak di bagian tungkai kaki kiri. Sementara adiknya, menderita luka tembak di bagian paha kiri dan tungkai bawah kaki kiri. Biaya perawatan tiga korban luka akibat bentrokan dengan aparat tersebut tidak menjadi tanggungan Tim Monitoring Masalah Keamanan (TMMK) atau JSC, tetapi akan ditanggung sepenuhnya oleh RSUD Cut Meutia. "Ya seperti biasa. Korban konflik seperti ini menjadi tanggungan pemerintah daerah melalui rumah sakit," demikian Dokter Tambah. Kapolda Nanggroe Aceh Darussalam Irjen Polisi Bachrumsyah Kasman menyesalkan penembakan itu. Namun, pihaknya belum menemukan pelaku penembakan. "Saya belum tahu kelompok mana yang melakukan penembakan. Tapi siapapun dia, jika melanggar hukum tetap akan ditindak sesuai hukum yang berlaku," kata Bachrum saat dihubungi terpisah di Banda Aceh. (Zainal Bakri dan Yuswardi Suud-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.