Kisah Jokowi Muda yang Murung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo atau Jokowi, bersama ibunya, Sudjiatmi Notomihardjo, seusai diwawancarai Tempo di 'Rumah Saya', Pasar Minggu, Jakarta Selatan,  20 September 2012. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Joko Widodo atau Jokowi, bersama ibunya, Sudjiatmi Notomihardjo, seusai diwawancarai Tempo di 'Rumah Saya', Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 20 September 2012. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Momen Hari Ibu membuat Presiden Joko Widodo mengenang masa remajanya bersama sang ibu, Sudjiatmi, sosok wanita yang kokoh dan kuat menghadapi tantangan hidup. (Baca: Jokowi: Megawati Pemenang Pertarungan Politik)

    "Mengenang hari Ibu, membuat saya teringat ketika saya masih remaja dulu, ada satu waktu yang amat membekas dalam batin bagaimana kasih sayang Ibu," kata Jokowi mengawali tulisan di akun Facebook-nya, Senin, 22 Desember 2014. (Baca: Kesan Yenny Wahid terhadap Ibu Cerewet dan Kolot)

    Jokowi memulai cerita saat dirinya remaja. Dulu, ia pernah kecewa karena tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA favorit. Jokowi muda sempat murung beberapa hari. Namun akhirnya ia tertohok oleh ibunya yang tekun memotong bambu yang akan dijual. "Saya tersentuh," kata Jokowi. (Baca: Hari Ibu, Lurah Susan: Perempuan Bisa Fight)

    Jokowi mengingat perjuangan kedua orang tuanya agar dapat membelikan buku dan mencari uang untuk membiayai pendidikan ia dan adik-adiknya. Mantan Wali Kota Solo ini pun memegang teguh pesan sang bunda yang pernah berkata: 'Untuk jadi orang besar, kamu harus punya jiwa besar." (Baca: Penampakan Surga Dunia Menurut Jokowi)

    "Saya pegang kata-kata itu menjadi keyakinan dalam diri saya untuk menghadapi segala persoalan hidup dengan jiwa besar dan ikhlas," ujar Jokowi. (Baca: Jokowi Talangi Ical, 13 Ribu Berkas Jadi Agunan)

    AISHA SHAIDRA

    Berita Terpopuler
    Hadapi Pencuri Ikan, Jokowi Andalkan Panglima Baru 
    Alasan Jokowi Beri Grasi ke Eva Susanti Bande
    6 Kapal Pencuri Ikan Antre Ditenggelamkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.