Kongres Demokrat, SBY Dipastikan Ketua Umum Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Hermanto (kiri) berbincang dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi X dalam waktu masa reses DPR, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 7-8, 2012. TEMPO/Imam Sukamto

    Agus Hermanto (kiri) berbincang dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi X dalam waktu masa reses DPR, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 7-8, 2012. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan Kongres Demokrat pada Mei 2015 nanti hampir pasti memenangkan mantan Presiden Indonesia SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sebagai Ketua Umum Demokrat lagi. "Dukungan DPD dan DPC ke SBY sudah 80 persen," ujar Agus, Jumat, 19 Desember 2014. (Baca: Marzuki Alie Dukung Pasek Jadi Ketum Demokrat)

    Agus menjelaskan dukungan untuk SBY datang karena partai ingin kejayaannya kembali lagi seperti dulu. Selain itu, kata Agus, SBY sekarang memiliki lebih banyak waktu untuk mengurus Partai Demokrat lagi.

    Agus melanjutkan, penunjukan SBY lagi secara aklamasi tidak akan mencoreng citra Demokrat karena aklamasi bukti pemilihan yang demokratis. Agus yakin Demokrat tak akan berakhir seperti partai lainnya.

    "Kami partai dewasa, semua orang bisa melihat bagaimana sosok SBY menaungi partai ini," ujar Agus. Untuk calon ketua umum yang lain, Agus meminta mereka legawa saja. Toh, tak ada dukungan. (Baca: Tri Dianto Dukung Pasek Tantang SBY)

    INDRI MAULIDAR

    Berita terpopuler:
    Dihujat FPI Soal Natal, Jokowi Dibela Ketua NU

    Soal Natal, FPI Anggap Presiden Jokowi Murtad
    Ketua PBNU: Ucapan 'Selamat Natal' Tak Haram  
    Ini Nama-Nama Penerima Aliran Dana Hambalang



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.