Pemilu 2014 Berlalu, Ini Daftar Pelanggarannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengacungkan tiga jari saat konferensi pers di rumah dinas Gubernur, Jakarta (21/8). Dalam Konferensi pers Jokowi mengapresiasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak semua gugatan atas sidang sengketa perselisihan hasil pemilu presiden. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengacungkan tiga jari saat konferensi pers di rumah dinas Gubernur, Jakarta (21/8). Dalam Konferensi pers Jokowi mengapresiasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak semua gugatan atas sidang sengketa perselisihan hasil pemilu presiden. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga pegiat reformasi pemerintahan, Kemitraan, menyebut masih ditemukan pelanggaran prosedur, kekerasan, dan penyalahgunaan uang dalam pemilu legislatif serta presiden dan wakil presiden 2014. "Iregularitas dan pelanggaran prosedur pemilu terjadi hampir di setiap tahapan pelaksanaan pemilu," kata Astri Suryandari, Project Officer Election Support Program Kemitraan, dalam keterangan resmi, Rabu, 17 Desember 2014.

    Menurut Kemitraan, dalam tahap sebelum pemilu, muncul ketidakakuratan data pemilih. Misalnya, satu pemilih terdaftar di dua atau lebih tempat pemungutan suara, warga yang sudah meninggal atau belum berusia 17 tahun tercatat dalam daftar pemilih tetap, dan pemilih tidak menerima surat pemberitahuan tempat serta lokasi pemungutan suara.

    Ketika kampanye dan pemungutan suara berlangsung, terjadi pelanggaran penyalahgunaan uang. Dari catatan Kemitraan, yang paling lazim adalah pembagian uang, barang, peralatan, dan perlengkapan kepada masyarakat di seluruh daerah. 

    "Ironisnya, anggaran negara yang notabene hanya boleh digunakan untuk kepentingan pemilu juga kerap digunakan oknum untuk menyuap anggota TPS, panitia pemungutan suara, dan panitia pemilihan kecamatan," kata Astri.

    Menurut Astri, suap itu bertujuan mengubah hasil penghitungan suara. Kemitraan menyebut penyalahgunaan uang dan kekuasaan dalam pemilu banyak melibatkan para peserta pemilu, pemilih, pelaksana pemilu, tokoh masyarakat, dan pegawai negeri sipil.

    Sejumlah kekurangan yang dicatat Kemitraan menyangkut fasilitas pemungutan suara. Dalam pelaksanaan pemilu tahun ini, alat bantu bagi penyandang disabilitas masih kurang, kondisi TPS tidak memenuhi syarat sehingga bisa menghilangkan prinsip kerahasiaan, dan prinsip pemilu langsung diabaikan dengan munculnya noken dan sistem ikat suara.

    MARIA YUNIAR

    Terpopuler
    Ahok Umrahkan Marbot, Ini Reaksi FPI
    Beda Gaya Jokowi dan SBY di Sebatik
    Wajah Ical Lenyap dari Markas Golkar
    Strategi Jokowi Atasi Pelemahan Rupiah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.