PSK Dolly Eksodus ke Dadap Tangerang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah PSK menunggu pelanggan di cafe kawasan Dadap, Tangerang, Banten, 6 September 2014. Lokalisasi Dadap sudah berlangsung sejak akhir tahun 80-an. Tempo/Aditia Noviansyah

    Sejumlah PSK menunggu pelanggan di cafe kawasan Dadap, Tangerang, Banten, 6 September 2014. Lokalisasi Dadap sudah berlangsung sejak akhir tahun 80-an. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COTangerang - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang Slamet Budi mengatakan gelombang eksodus pekerja seks komersial asal Dolly, Surabaya, Jawa Timur, mulai merambah lokalisasi prostitusi di Tangerang.

    Hal ini terungkap setelah Satpol PP dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang setempat melakukan pemeriksaan rutin di lokalisasi prostitusi Dadap, Kecamatan Kosambi, belum lama ini. "Kami menemukan 15 PSK yang mengaku dari Dolly," katanya kepada Tempo, Rabu, 10 September 2014. (Baca:Bandung Antisipasi Eksodus Dolly)

    Temuan ini, kata Budi, cukup mengagetkan. Ia tidak mengira jika para wanita penghibur ini hijrah begitu jauh sampai ke Tangerang. "Kami memperkirakan jumlah PSK eks Dolly akan terus bertambah di lokalisasi lainnya yang ada di Tangerang," katanya.

    Menurut Budi, saat ini ada 600 PSK yang bekerja di lokalisasi prostitusi Dadap. Selain dari Surabaya, mereka datang dari Indramayu, Cirebon, bahkan Sumatera. Uniknya, kata Budi, para pekerja seks ini bekerja dengan sistem aplusan. Setiap dua minggu sekali mereka bergantian dari satu tempat ke tempat lain. "Dua minggu menetap, nanti berikutnya diganti sama yang lain, selalu berputar begitu," ujarnya. (Baca:PSK Dolly Dilaporkan Pindah ke Papua)

    Budi mengatakan para PSK ini dikendalikan oleh lebih dari 50 germo yang menyaru sebagai pemilik karaoke atau pemilik tempat hiburan. Germo ini bertindak sebagai cukong. 

    Menyikapi hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang memperketat pemeriksaan dan pengawasan di sejumlah lokalisasi di wilayah tersebut. "Kami lebih aktif mendatangi lokalisasi-lokalisasi baru yang bermunculan," kata Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dokter Manik Kusmayoni.

    Petugas kesehatan, kata dia, dikerahkan untuk masuk ke area lokalisasi agar bisa melakukan mendata dan memeriksa kesehatan para wanita penghibur tersebut. Langkah ini dilakukan agar penyebaran penyakit menular seperti HIV/AIDS bisa terpantau dan terkendali. (Baca: Dolly Tutup, Tujuh Lokalisasi di Malang Dipantau Ketat)

    JONIANSYAH

    Baca juga:
    Benda Ini Wajib Dibawa Jokowi-Iriana ke Istana
    Ahok Tolak RUU Pilkada, Mundur Saja dari Gerindra
    SBY Ajak Komunitas Pendukungnya Bantu Jokowi
    Ada Kejutan di Spesifikasi iPhone 6
    Tahun 2050, Jakarta Tenggelam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.