JK: Saya Wapres yang Istimewa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla bersama Ketua fraksi PDI-P Puan Maharani, ketua fraksi PKB Marwan Jafar (kiri) dan ketua Kepala staf Tim Transisi Jokowi-JK Rini Soemarno Soewandi (kanan), menjawab pertanyaan wartawan seusai rapat tertutup, di Kantor Transisi Jokowi-JK, Jakarta, Kamis 28 Agustus 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla bersama Ketua fraksi PDI-P Puan Maharani, ketua fraksi PKB Marwan Jafar (kiri) dan ketua Kepala staf Tim Transisi Jokowi-JK Rini Soemarno Soewandi (kanan), menjawab pertanyaan wartawan seusai rapat tertutup, di Kantor Transisi Jokowi-JK, Jakarta, Kamis 28 Agustus 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla, berseloroh bahwa dirinya merupakan wakil presiden yang istimewa. Pasalnya, sepanjang sejarah pemerintahan Indonesia, baru dirinya yang menjadi wakil presiden dalam dua periode.

    "Istimewanya lagi saya menjadi wakil presiden bagi dua presiden yang berbeda," ujarnya di Universitas Al Azhar, Jakarta, Rabu, 3 September 2014. (Baca: Kabinet Ramping Jokowi-Kalla Dongkrak Indeks Saham)

    JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, lantas mengurai perjalanan kepemimpinan di Indonesia. Sukarno, kata dia, hanya memiliki satu wakil presiden yaitu Mohammad Hatta selama 25 tahun masa kepemimpinannya.

    Sementara itu, Soeharto selama enam periode juga memiliki enam wakil presiden yang berbeda. "Pun dengan Pak SBY, yang memiliki dua wakil presiden, salah satunya saya," kata ia. (Baca: Hatta: Tak Sedikit pun Terpikir Jegal Jokowi)

    Selain itu, JK juga menilai bahwa pembelajaran politik di Indonesia juga makin menjanjikan. Sebab, untuk menjadi pemimpin Indonesia saat ini tidak melulu harus masuk partai politik. Jalur profesional, dia menjelaskan, kini bisa diandalkan sebagai titian untuk menapaki masa depan kepemimpinan nasional.

    "Saya ini menjadi wapres periode 2014-2019 berangkat dari jalur profesional. Saya bukan dari jalur politik. Malahan partai politik yang datang ke saya untuk meminta jadi wakil presiden." (Baca: SBY Sebut Koalisi Merah Putih Kuat)

    RAYMUNDUS RIKANG R.W.

    Berita lain:
    Ketemu Jokowi, Hatta Bantah Hendak Merapat
    MU Terkena Karma Manchester City
    May Myat Noe, Sang Ratu Kecantikan Sesaat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.