Dukungan terhadap ISIS di Nusakambangan Terbelah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang beredar di media sosial, disebut-sebut sebagai acara baiat Abu Bakar Ba'asyir untuk mendukung ISIS di Lapas Nusakambangan. Dirjen Lembaga Pemasyarakatan sedang melakukan pengecekan dari mana asal-usul foto ini dan akan melakukan sidang tim pengamat Lapas untuk mengevaluasi kenapa ada kamera bisa masuk ke lapas Nusakambangan. Istimewa

    Foto yang beredar di media sosial, disebut-sebut sebagai acara baiat Abu Bakar Ba'asyir untuk mendukung ISIS di Lapas Nusakambangan. Dirjen Lembaga Pemasyarakatan sedang melakukan pengecekan dari mana asal-usul foto ini dan akan melakukan sidang tim pengamat Lapas untuk mengevaluasi kenapa ada kamera bisa masuk ke lapas Nusakambangan. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembaiatan terhadap pendiri Islamic State of Irak and Syria, Abu Bakar Al-Baghdadi, yang dilakukan oleh narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Nusakambangan, Jawa Tengah, ternyata tidak didukung oleh semua nara pidana yang terlibat kasus terorisme.

    "Di antara mereka itu terbelah, ada yang pro-ISIS dan ada yang nolak. Makanya, ada yang mau baiat, ada yang tidak," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Tengah Hermawan Yunianto saat dihubungi Tempo, Selasa, 5 Agustus 2014. (Baca: Pengamat: Cara Represif Tak Efektif Hambat ISIS)

    Sebelumnya, Hermawan sempat mengatakan, sebelum pembaiatan ini terjadi, salah satu terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir, sempat menolak untuk ikut. Alasannya, Ba'asyir tidak mau terlibat dan tidak mau lagi memikirkan hal-hal bersifat duniawi. Dari 42 narapidana kasus terorisme, hanya 23 orang yang melakukan pembaiatan.

    Adapun narapidana di Nusakambangan yang menurut Hermawan terlihat ngotot memperjuangkan pembaiatan terhadap pimpinan ISIS adalah terpidana kasus terorisme Poso, Abu Husna, dan narapidana kasus pelatihan teror di Aceh, Syailendra. Hermawan menuturkan dorongan dari dua orang inilah yang akhirnya membuat Ba'asyir luluh untuk ikut berbaiat

    Aktivitas pembaiatan ini diketahui setelah tersebar foto 13 orang dalam sebuah ruangan berlantai kayu. Dalam foto itu, Abu Bakar Ba'asyir duduk diapit lima orang yang sama-sama menggenakan gamis putih. Tiga belas orang ini kini telah diperiksa dan diinterogasi oleh petugas LP Nusakambangan. (Baca: Bendera ISIS Berkibar di Bima)

    Saat dihubungi hari ini, Hermawan mengaku belum mengetahui siapa yang mengambil foto serta menyebarkan foto tersebut di media sosial. Padahal, sebelumnya saat foto tersebut diambil 18 Juli 2014, ada kesepakatan untuk tidak diekspos ke luar LP. "Kami masih mencari tahu siapa petugas yang melakukan hal itu," tutur Hermawan.

    AISHA SHAIDRA


    Baca juga:
    Warga Solo Hapus Mural Bergambar Bendera ISIS
    KPK Periksa Ajudan Bupati Karawang
    Agnes Mo dan Siwon Super Junior Saling Merindu
    OPM Serang Konvoi Brimob di Papua


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.