KPK Sidak ke Soekarno-Hatta, 14 Orang Digelandang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. TEMPO/Hariandi Hafid

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, JakartaKomisi Pemberantasan Korupsi melakukan inspeksi mendadak terkait dengan pemerasan tenaga kerja Indonesia di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Dalam sidak itu KPK mengamankan 14 orang, yang di antaranya terdapat satu personel Tentara Nasional Indonesia dan satu personel Kepolisian. 

    "Mereka diduga pemain lama. Di antaranya ada anggota TNI AD dan Polri," kata Ketua KPK Abraham Samad di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu, 26 Juli 2014.

    Inspeksi mendadak itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain. Turut mendampingi pimpinan KPK, Direktur Angkasa Pura Trisunoko dan Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Komisaris Jenderal Suhardi Alius.

    Sidak itu berkaitan dengan pemerasan yang dilakukan terhadap para TKI. Salah satu caranya adalah dengan memaksa para TKI untuk menukarkan uangnya dengan paksaan dan biaya transportasi. "Seperti makan, tapi langsung ditagih dengan harga yang mencengangkan," kata Bambang Widjajanto.

    Sidak ini merupakan lanjutan dari laporan masyarakat tentang pemerasan TKI yang diterima oleh KPK. Laporan itu sudah dikaji sejak 2006. Hingga saat ini proses sidang masih berlangsung dan belum ada keterangan dari pimpinan KPK.

    HUSSEIN ABRI YUSUF

    Terpopuler
    Gara-gara Jokowi, Album JFlow dalam Bahaya
    MH17 Jatuh, Warga Belanda Usir Anak Perempuan Putin
    Kabinet Jokowi Beri Ruang Luas Bagi Perempuan
    Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
    PKS Mengaku Setia Dampingi Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?