Angkut Pemudik, Pelabuhan Baubau Siapkan 36 Kapal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelabuhan Murhum Baubau. ANTARA/Zabur Karuru

    Pelabuhan Murhum Baubau. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Kendari - Kantor Pelabuhan (Kanpel) Murhum Kota Baubau, Sulawewi Tenggara, sudah siap melayani arus mudik dengan menyiapkan 36 armada. Berdasarkan pantuan hingga Sabtu, 19 Juli 2014, kenaikan arus penumpang sudah mulai terlihat. "Untuk jumlah penumpang sudah ada kenaikan dari hari biasa, tapi belum ada lonjakan yang cukup besar," kata Ketua Posko Lebaran Kantor Pelabuhan Baubau Mas'ud Bustandi kepada Tempo, Sabtu, 19 Juli 2014.

    Mas'ud mengatakan, untuk mengantisipasi angkutan Lebaran, pihaknya berpedoman pada surat edaran Dirjen Perhubungan Laut. Sejak 13 Juli 2014, seluruh aktivitas penumpang di wilayah kerja unit Pelabuhan Kota Baubau sudah harus disampaikan setiap harinya. 

    Armada yang siap untuk mengangkut pemudik berasal dari sejumlah perusahaan, yaitu ASDP menyediakan dua armada, PT Darma Indah (5), PT Aksar Saputra Lise (18), PT UKI Raya Lise (3), dan PT Pelni (8).

    Untuk persiapan angkutan Lebaran, otoritas pelabuhan sudah melakukan koordinasi dengan instansi lainnya agar pelaksanaan arus mudik dan arus balik berjalan baik.

    Mengatasi tingginya lonjakan penumpang di Pelabuhan Murhum Baubau, otoritas pelabuhan tidak menambah fasilitasnya. "Untuk tambahan fasilitas tidak ada, tapi untuk pengamanan akan kita tingkatkan dan bekerja sama dengan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP)," ujarnya. 

    ROSNIAWANTY FIKRY


    Berita Lainnya
    Satu Lagi Situs Real Count Selain Kawalpemilu.org
    Jokowi Segera Sambangi Markas Partai Pro-Prabowo
    Tragedi MH17 dan Angka Penerbangan yang Mencurigakan
    Serang Rusia, Ukraina Rilis Foto Bayi Korban MH17
    MH17 Diduga Alihkan Rute untuk Hindari Badai  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.