Penumbang di Bandara Malang Bakal Naik 12,5 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang terkatung-katung di Bandara Adisuipto yang ditutup, kabupaten Sleman, Yogyakarta (14/2/2014). Hingga saat ini hujan abu dari erupsi Gunung Kelud, Jawa Timur melumpuhkan berbagai kota di Jawa termasuk Yogyakarta. Beberapa bandara seperti Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. TEMPO/Suryo Wibowo.

    Calon penumpang terkatung-katung di Bandara Adisuipto yang ditutup, kabupaten Sleman, Yogyakarta (14/2/2014). Hingga saat ini hujan abu dari erupsi Gunung Kelud, Jawa Timur melumpuhkan berbagai kota di Jawa termasuk Yogyakarta. Beberapa bandara seperti Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Malang - Volume penumpang pesawat melalui Bandar Udara Abdulrachman Saleh di Kabupaten Malang pada Lebaran 2014 diprediksi naik 12,5 persen dari tahun lalu.

    Penumpang pesawat yang terangkut pada masa Lebaran 2013 rata-rata berjumlah 1.500 orang per hari. Lebaran tahun ini diprediksi jumlah penumpang yang diterbangkan oleh lima maskapai mencapai 1.800 orang per hari. Tingkat keterisian pesawat atau load factor bisa naik lagi bila ada tambahan penerbangan di rute Malang-Jakarta, Malang-Denpasar, dan Malang-Balikpapan. (Baca: Seribu Kapal Dikerahkan untuk Angkutan Lebaran)

    "Kami prediksi load factor selama Lebaran tahun ini meningkat, tapi informasi penambahan jadwal penerbangan belum kami dapat," kata Suharno, Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandar Udara Abdulrachman Saleh, Selasa, 15 Juli 2014.

    Saat ini ada delapan jadwal penerbangan dari Bandar Udara Abdulrachman Saleh. Rute Malang-Jakarta dilayani Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Citilink Indonesia, yang masing-masing melayani dua, tiga, dan satu kali penerbangan.

    Garuda dan Sriwijaya menurunkan penumpang di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, dan Citilink menurunkan penumpang di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, terhitung sejak 10 Januari 2014. Sebelumnya, Citilink melakukan terbang perdana di rute Jakarta-Malang-Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta mulai 28 April 2013.

    Sedangkan rute Malang-Denpasar (Bandar Udara Internasional Ngurah Rai) dilayani Wings Air dan rute Malang-Balikpapan (Bandar Udara Internasional Sepinggan) dilayani Kalstar Aviation, masing-masing satu kali penerbangan. (Baca: Tarif Lebaran Tak Naik).

    Menurut Suharno, rata-rata load factor di bandar udara yang berlokasi di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, itu baru sekitar 80 persen. Biasanya, load factor mencapai 100 persen pada masa seminggu sebelum (H-7) alias arus mudik dan sesudah (H+7) alias arus balik Lebaran.

    Berikut jadwal reguler penerbangan rute Malang-Jakarta:

    GARUDA INDONESIA
    Malang-Jakarta: 08:30-10:50
    Jakarta-Malang: 10:45-12:20

    SRIWIJAYA AIR
    Malang-Jakarta: 08:40-10:00, 12:45-14:05, 14:50-16:45
    Jakarta-Malang: 06:40-08.10, 10:45-12:15, 12:50-14.20

    CITILINK INDONESIA
    Malang-Jakarta: 09:25-10:50
    Jakarta-Malang: 07:30-08:55

    WINGS AIR
    Malang-Denpasar: 14:25-16:30
    Denpasar-Malang: 13:50-14:10

    KALSTAR AVIATION
    Malang-Balikpapan: 11:40-14:10
    Balikpapan-Malang: 10:45-11:25

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.