Warga Heboh Saksikan Meteor di Langit Jabodetabek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah benda mengeluarkan percikan api terlihat pada sore hari di Kalideres, Jakarta Barat, (8/9). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Sebuah benda mengeluarkan percikan api terlihat pada sore hari di Kalideres, Jakarta Barat, (8/9). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga Jakarta, Bogor, dan Tangerang Selatan dihebohkan oleh penampakan benda langit bercahaya, Ahad sore, 8 Juni 2014. Diduga, benda itu merupakan meteor atau asteroid yang melintasi orbit bumi. Penampakan benda langit ini terekam dalam foto dan ramai beredar di media sosial Twitter.

    Akun @koze_ng pada sekitar pukul 18.46 mencuitkan, "Di wilayah Serpong, Tangsel (Tangerang Selatan) juga terlihat benda yang diduga meteor." Cuitan itu disertai sebuah foto yang menunjukkan benda kecil berwarna putih melintasi langit. Benda itu terlihat melesat dan memiliki jejak ekor.

    Tidak hanya di Tangerang Selatan, penampakan serupa terlihat di wilayah Bogor, Jawa Barat. Pemilik akun Twitter @aditadits mencuitkan, "Benda diduga meteor terlihat di daerah Bogor, Jabar," pada sekitar pukul 18.05. Cuitan itu juga disertai foto langit dengan benda yang tampak bercahaya melintasi langit dan menukik ke arah bumi.

    Dua hari lalu, situs space.com menerbitkan berita yang menyebutkan bahwa pada hari ini, 8 Juni 2014, ada sebuah asteroid yang dinamakan 2014 HQ124 akan melintas di dekat orbit bumi. Keberadaan asteroid ini terdeteksi oleh Mark Boslough, ahli asteroid dari Sandia National Laboratories, New Mexico, Amerika Serikat. "Asteroid ini akan melintas tapi tidak akan sampai menabrak bumi," ujar dia seperti dikutip dari space.com.

    Mark mengatakan, jika asteroid ini sampai menabrak bumi, hal ini akan sangat berbahaya, karena ukurannya cukup besar. "Bisa menghancurkan sebuah kota besar." Asteroid 2014 HQ124 ini memiliki lebar 335 meter dan melintas pada jarak sekitar 1,25 juta kilometer dari bumi, atau 3,25 kali jarak bumi dengan bulan, dengan kecepatan mencapai 50.000 kilometer per jam. "Jarak ini sangat jauh dan aman bagi bumi."

    Dihubungi terpisah, ahli meteor dari Lempaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) Abdur Rachman mengatakan tidak mengetahui ada meteor atau asteroid yang melintas dekat orbit bumi pada hari ini. "Saya justru baru tahu," ujar dia. Tapi, kata dia, kalaupun benar benda langit yang terlihat pada sore itu asteroid atau meteor, benda itu bersifat sporadik. "Bukan bagian dari hujan meteor atau asteroid."

    Rachman menjelaskan, berdasarkan data yang dia miliki, sebetulnya pada Ahad pagi, 8 Juni 2014, langit Indonesia dilintasi oleh reruntuhan bekas roket milik India yang sudah rusak. "Reruntuhannya terbakar dan jatuh, melewati langit Indonesia, tapi tidak berbahaya karena jaraknya jauh." Dia ragu jika benda yang terlihat pada Ahad sore merupakan sisa-sisa roket tersebut. "Soalnya roket ini jatuhnya sekitar pukul 10.30."

    Menurut Rachman, ada dua kemungkinan jika memang ada benda langit yang jatuh. "Pertama terbakar habis di atmosfer, atau kedua, sampai ke permukaan bumi." Jika karakteristik benda itu besar dan padat, ujar dia, bukan tidak mungkin bisa sampai jatuh ke bumi. "Kalau ada yang jatuh di bumi, pasti akan ada yang melaporkan," ujar dia.

    Dia mengimbau, jika ada warga yang menemukan batu mencurigakan atau ada benda langit jatuh di wilayahnya, diharapkan segera menghubungi LAPAN. "Kami yang berwenang untuk memeriksa."

    PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.