Kubu Pro-Jokowi di PPP Keok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puan Maharani bersama Tjahjo Kumolo (kiri) mendampingi Hamzah Haz dan Suharso Monoarfa usai pembicaraan koalisi, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat (28/4). Hamzah Haz pernah menjabat sebagai wakil presiden saat  presiden Megawati menjabat, dan Hamzah ingin mengulang kembali koalisi kedua partai. TEMPO/Imam Sukamto

    Puan Maharani bersama Tjahjo Kumolo (kiri) mendampingi Hamzah Haz dan Suharso Monoarfa usai pembicaraan koalisi, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat (28/4). Hamzah Haz pernah menjabat sebagai wakil presiden saat presiden Megawati menjabat, dan Hamzah ingin mengulang kembali koalisi kedua partai. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil rapat pimpinan nasional Partai Persatuan Pembangunan resmi mendukung Prabowo Subianto, calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

    Ketua Umum PPP Suryadharma Ali menyatakan keputusan ini berdasarkan hasil aklamasi dalam rapat. "Tak ada voting, hasilnya sudah bulat," kata Suryadharma setelah rapat pimpinan nasional di Hotel Aston Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 12 Mei 2014, dinihari. (Baca:Ini Alasan PPP Batal Dukung Jokowi)

    Suryadharma menyebutkan terdapat dua pertimbangan pokok di balik dukungan kepada Prabowo, yakni kapabilitas dan ketegasan dari sosok Prabowo. "Bagi PPP, hanya Prabowo yang memenuhi syarat pemimpin Indonesia," ujar Suryadharma. Menurut dia, partainya tak mempermasalahkan masa lalu dari bekas Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu.

    Sebelumnya, dalam tubuh PPP ada dua kubu antara pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo. Kubu pendukung Jokowi beberapa kali menjajaki pertemuan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Baca:PPP: PDIP Yes, Gerindra Yes)

    Sebelumnya, Suharso bertemu dengan sejumlah pengurus elite PDIP yang digelar di restoran hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta Selatan. “Pertemuan biasa saja, sambil ngobrol dan makan siang,” kata Suharso saat dihubungi, Selasa, 6 Mei 2014.

    Menurut Suharso, pertemuan itu merupakan kelanjutan kunjungan penjajakan koalisi yang dilakukan Suharso bersama mantan Ketua Umum PPP Hamzah Haz ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dua pekan lalu. Pertemuan ini, kata Suharso, dilakukan atas sepengetahuan Majelis Musyawarah. (Baca:PDIP Ingin Kerja Sama dengan PPP Berlanjut)
    Mengenai koalisi, kata Suharso, disepakati dibicarakan setelah musyawarah kerja nasional yang akan digelar setelah pengumuman resmi rekapitulasi suara pemilihan legislatif 9 Mei 2014. Namun pada Rapim PPP, Senin, 12 Mei 2014, diputuskan dukungan diberikan kepada Prabowo. 


    FEBRIANA FIRDAUS | IRA GUSLINA SUFA

    Terpopuler:
    Banjir Protes, Menteri Kominfo Buka Blokir Vimeo
    Hindari Impor, Jokowi Pasok Beras DKI dari Sulsel
    Unilever Akan Ganti Kerusakan di Taman Bungkul


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.