Pemuda Muhammadiyah Tolak Sengketa Ambalat Dibawa ke Mahkamah Internasional

Reporter

Editor

Selasa, 8 Maret 2005 14:50 WIB


TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menolak jika sengketa Ambalat dibawa ke Mahkamah Internasional. Menurut Ketua Pemuda Muhammadiyah, Nadjamudin Ramli, pemerintah Indonesia jangan sampai tertipu lagi setelah Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia atas klaim Pulau Sipadan-Ligitan. "Kami menolak kasus Ambalat dibawa ke Mahkamah Internasional, karena Petronas bekerja sama dengan perusahaan Belanda. Sedangkan Mahkamah Internasional sendiri berada di Den Haag. Perusahaan ini akan menekan Mahkamah Internasional," ujar Nadjamudin saat jumpa pers di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (8/3). Nadjamudin juga mendesak pemerintah Indonesia untuk mengupayakan diplomasi yang tegas dengan, tapi tetap menjaga hubungan baik dengan Malaysia. Pemerintah Indonesia seharusnya belajar dari kasus Sipadan-Ligitan. Menurut Nadjamudin, pulau tersebut berhasil direbut Malaysia karena kehadiran pemerintah Malaysia yang terus-menerus di pulau tersebut. "Selain itu, mereka juga melakukan pelestarian ekologi di pulau-pulau itu. Karena itu Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia," kata dia. Ketua Umum GMNI, Wahyuni Refi, juga menuntut upaya diplomasi yang tegas oleh pemerintah Indonesia. "Karena Indonesia ikut meratifikasi hukum laut internasional dan zona ekonomi eksklusif, di mana batas-batas wilayah menjadi jelas. Tidak ada alasan lain bagi pemerintah untuk tidak bersikap tegas," kata Refi. Ketiga ormas ini juga meminta pemetaan kembali secara menyeluruh terhadap batas-batas negara Indonesia. Dikhawatirkan, dalam 5-10 tahun kedepan satu persatu pulau terluar di Indonesia akan dicaplok, padahal masih ada 6.000 pulau yang belum dinamai. Oleh karena itu, mereka menuntut DPR untuk segera menuntaskan RUU Perbatasan, sehingga ada kebijakan berorientasi wilayah kepulauan. Ami Afriatni





Buya Hamka Selesaikan Tafsir Al-Azhar 30 Jilid Selama 2 Tahun Dipenjara Orde Lama

1 hari lalu

Buya Hamka Selesaikan Tafsir Al-Azhar 30 Jilid Selama 2 Tahun Dipenjara Orde Lama

Buya Hamka meninggal dunia di Jakarta dalam usia 73 tahun pada 24 Juni 1981. Dijebloskan penjara Orde Lama, diselesaikannya 30 jilid Tafsir A;-Azhar.


Saran Pengamat Jika PDIP Ingin Menggandeng Basis Suara Massa Islam di Pemilu 2024

2 hari lalu

Saran Pengamat Jika PDIP Ingin Menggandeng Basis Suara Massa Islam di Pemilu 2024

Pengamat menyatankan PDIP mesti mendekati lagi ormas berbasis Islam dari akar rumput sampai ke pengurus elit. Sementara itu PDIP juga melirik PKB untuk digandeng dalam Pemilu 2024.


Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Idul Adha 9 Juli 2022, Ini Pesan Haedar Nashir

2 hari lalu

Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Idul Adha 9 Juli 2022, Ini Pesan Haedar Nashir

Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah jatuh pada 9 Juli 2022.


Astra Kembangkan Program SMK Binaan Tingkatkan Daya Saing Vokasi

8 hari lalu

Astra Kembangkan Program SMK Binaan Tingkatkan Daya Saing Vokasi

Guna mengembangkan kualitas sumber daya manusia vokasi, PT Astra Internasional melakukan Kick Off National Showcase Showcase SMK Binaan Astra.


Haedar Nashir Minta Menteri Tak Manfaatkan Jabatan untuk Pemilu 2024

10 hari lalu

Haedar Nashir Minta Menteri Tak Manfaatkan Jabatan untuk Pemilu 2024

Haedar Nashir berharap para menteri Kabinet Indonesia Maju dalam menjalankan mandat yang tersisa dua tahun ini


Profil Raja Juli Antoni: Alumni IAIN yang Kini Jadi Wakil Menteri ATR

10 hari lalu

Profil Raja Juli Antoni: Alumni IAIN yang Kini Jadi Wakil Menteri ATR

Raja Juli Antoni juga sempat mencalonkan diri menjadi kandidat Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020 namun mengundurkan diri


Datang ke Istana, Raja Juli Antoni: Saya PSI, Orang Muhammadiyah

10 hari lalu

Datang ke Istana, Raja Juli Antoni: Saya PSI, Orang Muhammadiyah

Raja Juli Antoni mengaku telah bertemu dengan Presiden Jokowi pada Selasa sore kemarin. Politikus PSI itu menyebut obrolan dengan Jokowi singkat.


Profil Zulkifli Hasan, Calon Menteri Baru Jokowi yang Sempat Tersandung Masalah

10 hari lalu

Profil Zulkifli Hasan, Calon Menteri Baru Jokowi yang Sempat Tersandung Masalah

Zulkifli Hasan disebut akan menjadi menteri baru di Kabinet Indonesia Maju. Sempat terseret masalah korupsi hingga perpecahan dengan Amien Rais.


Arkana Aidan Misbach Cahaya Keluarga Ridwan Kamil - Atalia Praratya

12 hari lalu

Arkana Aidan Misbach Cahaya Keluarga Ridwan Kamil - Atalia Praratya

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia Praratya mengadopsi anak laki-laki yang diberi nama Arkana Aidan Misbach. Siapa dia?


Muhammadiyah Buka Lagi Kampus Baru, Kali Ini di Karanganyar

15 hari lalu

Muhammadiyah Buka Lagi Kampus Baru, Kali Ini di Karanganyar

Muhammadiyah resmi menambah universitasnya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kampus itu dinamai Universitas Muhammadiyah Karanganyar atau UMUKA.