Pemuda Muhammadiyah Tolak Sengketa Ambalat Dibawa ke Mahkamah Internasional

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menolak jika sengketa Ambalat dibawa ke Mahkamah Internasional. Menurut Ketua Pemuda Muhammadiyah, Nadjamudin Ramli, pemerintah Indonesia jangan sampai tertipu lagi setelah Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia atas klaim Pulau Sipadan-Ligitan. "Kami menolak kasus Ambalat dibawa ke Mahkamah Internasional, karena Petronas bekerja sama dengan perusahaan Belanda. Sedangkan Mahkamah Internasional sendiri berada di Den Haag. Perusahaan ini akan menekan Mahkamah Internasional," ujar Nadjamudin saat jumpa pers di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (8/3). Nadjamudin juga mendesak pemerintah Indonesia untuk mengupayakan diplomasi yang tegas dengan, tapi tetap menjaga hubungan baik dengan Malaysia. Pemerintah Indonesia seharusnya belajar dari kasus Sipadan-Ligitan. Menurut Nadjamudin, pulau tersebut berhasil direbut Malaysia karena kehadiran pemerintah Malaysia yang terus-menerus di pulau tersebut. "Selain itu, mereka juga melakukan pelestarian ekologi di pulau-pulau itu. Karena itu Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia," kata dia. Ketua Umum GMNI, Wahyuni Refi, juga menuntut upaya diplomasi yang tegas oleh pemerintah Indonesia. "Karena Indonesia ikut meratifikasi hukum laut internasional dan zona ekonomi eksklusif, di mana batas-batas wilayah menjadi jelas. Tidak ada alasan lain bagi pemerintah untuk tidak bersikap tegas," kata Refi. Ketiga ormas ini juga meminta pemetaan kembali secara menyeluruh terhadap batas-batas negara Indonesia. Dikhawatirkan, dalam 5-10 tahun kedepan satu persatu pulau terluar di Indonesia akan dicaplok, padahal masih ada 6.000 pulau yang belum dinamai. Oleh karena itu, mereka menuntut DPR untuk segera menuntaskan RUU Perbatasan, sehingga ada kebijakan berorientasi wilayah kepulauan. Ami Afriatni





JIM Digelar, Sekjen Kemendagri Berharap Kerja Sama Survei Demarkasi Semakin Baik

1 hari lalu

JIM Digelar, Sekjen Kemendagri Berharap Kerja Sama Survei Demarkasi Semakin Baik

Kegiatan tersebut penting dilakukan secara berkesinambungan dan harus ditingkatkan kualitasnya.


Hadapi Pemilu 2024, Partai Pelita Sasar Pemilih Milenial

6 hari lalu

Hadapi Pemilu 2024, Partai Pelita Sasar Pemilih Milenial

Ketua Umum Partai Pelita Beni Pramula pun menyebut bahwa 70 persen dari kader Partai Pelita merupakan generasi muda yang berusia di bawah 40 tahun.


Hari ke-13 Pendaftaran Peserta Pemilu 2024, Partai Pelita Daftar ke KPU

6 hari lalu

Hari ke-13 Pendaftaran Peserta Pemilu 2024, Partai Pelita Daftar ke KPU

Hari ini, tiga partai politik yang mendaftar ke KPU sebagai calon peserta Pemilu 2024 yaitu Partai Pelita, Partai Kongres, dan Partai Republik Satu


Salah Satu yang Terluas, Stadion Manahan Solo Mudah Dijangkau dari Bandara

9 hari lalu

Salah Satu yang Terluas, Stadion Manahan Solo Mudah Dijangkau dari Bandara

Penerangan Stadion Manahan Solo telah sesuai standar FIFA dengan kekuatan penerangan 1.500 lux di seluruh area stadion.


Ikon Solo, dari Sri Wedari ke Stadion Manahan

9 hari lalu

Ikon Solo, dari Sri Wedari ke Stadion Manahan

Ada monumen kecil sebagai simbol ASEAN Para Games 2011 di depan pintu masuk utama Stadion Manahan Solo.


Yahya Cholil Staquf Minta Identitas NU Tak Dijadikan Senjata di Pemilu 2024

14 hari lalu

Yahya Cholil Staquf Minta Identitas NU Tak Dijadikan Senjata di Pemilu 2024

Yahya Cholil Staquf menyatakan NU kerap ditarik masuk ke gelanggang politik oleh berbagai pihak.


BNPP Gelar Rakordal Konsolidasi Pengelolaan Perbatasan Negara

14 hari lalu

BNPP Gelar Rakordal Konsolidasi Pengelolaan Perbatasan Negara

Presiden mengamanatkan untuk mengambil langkah-langkah kongkret dalam pengelolaan perbatasan negara.


Muhammadiyah Dukung Penuh Keinginan Pemerintah Berantas Mafia Tanah

16 hari lalu

Muhammadiyah Dukung Penuh Keinginan Pemerintah Berantas Mafia Tanah

Muhammadiyah meminta masyarakat memantau dan mengawasi penyelesaian kasus mafia tanah.


Besok Tayang Perdana Film Pesantren, Lola Amaria: Saya Belajar Ilmu Barokah

17 hari lalu

Besok Tayang Perdana Film Pesantren, Lola Amaria: Saya Belajar Ilmu Barokah

Film Pesantren yang diproduksi sejak 2015, akhirnya bisa tayang di bioskop Tanah Air 4 Agustus 2022. Lola Amaria sebagai distributor mendapat barokah


Wajib Jilbab di Sekolah Negeri, Dosen UM Surabaya Sebut Strategi Populis Gaet Mayoritas

17 hari lalu

Wajib Jilbab di Sekolah Negeri, Dosen UM Surabaya Sebut Strategi Populis Gaet Mayoritas

Aturan wajib jilbab membuat sikap kepala daerah ambigu lantaran mempertimbangkan aspek politik untuk menarik simpati mayoritas.