3 Warga Riau Diduga Terjangkit Virus MERS-Cov

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Partikel sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS) coronavirus yang muncul pada 2012 terlihat dalam mikrograf elektron transmisi dari National Institute for Allergy and Infectious Diseases (NIAID). REUTERS/National Institute for Allergy and Infectious Diseases

    Partikel sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS) coronavirus yang muncul pada 2012 terlihat dalam mikrograf elektron transmisi dari National Institute for Allergy and Infectious Diseases (NIAID). REUTERS/National Institute for Allergy and Infectious Diseases

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Sedikitnya tiga warga Kota Pekanbaru terindikasi terjangkit virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-Cov). Gejala penyakit muncul setelah tiga pasien tersebut pulang dari ibadah umrah di Mekah. Saat ini pasien tengah dirawat di ruang isolasi dua rumah sakit di Pekanbaru.

    "Pasien masih diduga terjangkit virus MERS-Cov, belum dipastikan positif," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zainal Arifin, kepada wartawan, Rabu, 7 Mei 2014.

    Ketiganya adalah ZH, 65 tahun, MS, 48 tahun, dan AT, 42 tahun. Menurut Zainal, dua pasien dirawat di ruang isolasi khusus Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad dan satu pasien dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru. (Baca: Kasus MERS di Arab Saudi Terus Meningkat)

    Zainal menegaskan pihak dokter sudah memberikan penanganan khusus kepada para pasien di ruang isolasi. Sejauh ini tim dokter masih menunggu hasil laboratorium Badan Penelitian Kementerian Kesehatan untuk memastikan pasien terserang virus MERS-Cov.

    "Pasien tersebut belum dipastikan terserang virus MERS, tapi perawatan intensif seperti ini perlu dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian kita terhadap masyarakat yang baru pulang dari ibadah umrah," Zainal menambahkan.

    Dokter spesialis paru, Azizman Saad, yang menangani kasus tersebut mengatakan ketiga pasien sempat mengalami panas tinggi disertai sesak napas dan batuk-batuk.

    Tiga pasien kini dirawat di ruang isolasi. Pemeriksaan terakhir, satu pasien dinyatakan sudah mulai membaik. Menurut Saad, pasien tersebut sebelumnya juga sudah memiliki riwayat penyakit paru. "Satu pasien sudah boleh pulang, tapi masih tetap dalam perawatan dokter," kata Azizman.

    Saad mengaku telah mengambil sampel swap (cairan tenggorokan) dan darah ketiga pasien untuk diperiksa di laboratorium Kementerian Kesehatan di Jakarta. "Kami masih menunggu hasil uji labor dari Jakarta," ujarnya.

    RIYAN NOFITRA

    Terpopuler:
    Komnas HAM Akan Sikapi Pengakuan Kivlan Zein
    Omset Bakso Babi Sutiman Rp 30 Juta per Bulan
    Soal Kisruh Hanura, Wiranto Selamatkan Hary Tanoe
    Monica Lewinsky Buka Mulut Soal 'Affair' Clinton
    Foto Seksinya Digunjingkan, Mariana Renata Pasif
    Wewenangnya Terbatas, Ahok Memilih Diam Saja 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.