Jumat, 16 November 2018

Jawa Barat Bagian Timur Untuk Industri Padat Karya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aliran hitam akibat pencemaran limbah B3 yang dibuang ratusan pabrik secara langsung di Sungai Citarum membelah kawasan industri di Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (24/11). Belum ada upaya penanggulangan signifikan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.  TEMPO/Prima Mulia

    Aliran hitam akibat pencemaran limbah B3 yang dibuang ratusan pabrik secara langsung di Sungai Citarum membelah kawasan industri di Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (24/11). Belum ada upaya penanggulangan signifikan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Subang - Gubernur jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan ke depannya Jawa Barat akan membangun kawasan industri Jawa Barat Timur yang meliputi Majalengka, Cirebon termasuk sebagian Subang.

    Kawasan Jawa Barat Timur ini nantinya untuk industri padat karya. Sejauh ini industri industri padat modal sudah terkonsentrasi di wilayah barat, mulai dari Kota dan Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta.Heryawan mengatakan, ada perbedaan karakter antara industri padat modal dan padat karya, terutama dalam soal rekrutmen tenaga kerja.

    "Misalnya, pabrik otomotif dan ban dengan lahan seluas 40 hektare merekrut 1.500 pekerja, tapi indutri padat karya, dengan luas lahan seluas 40 hektare bisa menyerap 30 ribu tenaga kerja," jelasnya usai berkunjung ke pabrik sepatu PT.Taekwang Indonesia di Subang Jawa Barat, Jumat, 21 Maret 2014.

    Soal tren investasi, Heryawan menyebutkan Korea termasuk yang agresif. Investor luar di Jawa Barat terbesar kedua setelah Jepang itu sebelumnya hanya terpaku pada industri padat modal semisal garmen dan sarung tangan. Kini Korea sudah masuk investasi dalam bidang teknologi tinggi seperti Samsung dan LG.

    Sementara itu menjelang pemilu ini investasi di wilayah Jawa Barat cenderung menurun. "Tapi hanya sedikit ya," kata Heryawan. Penurunan itu dinilai hal wajar tiap pelaksanaan pemilu. "Setelah beres pileg dan pilpres investasi akan kembali normal," ujarnya. (Baca : Jepang Jajaki Investasi Pengolahan Sampah Bekasi )

    NANANG SUTISNA


    Terpopuler
    Terkait Asap, Gubernur Riau Bentak Kapolres 
    Facebook Buka Kantor di Indonesia
    CNN: Kuala Lumpur di Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.