Andi Mallarangeng Terancam Dipenjara 20 Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi Alifian Mallarangeng keluar menuju rumah tahanan seusai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, pada 17 Oktober 2013. Andi ditahan KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Andi Alifian Mallarangeng keluar menuju rumah tahanan seusai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, pada 17 Oktober 2013. Andi ditahan KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta hari ini, Senin, 10 Maret 2014. Politikus Partai Demokrat ini dituduh menerima banyak duit dari proyek Hambalang.

    Melalui adiknya, Zulkarnain Mallarangeng alias Choel, Andi dituding mendapatkan fee US$ 550.000 (sekitar Rp 6 miliar) dari proyek Hambalang. Lewat Choel pula Andi menerima Rp 4 miliar dari PT Global Daya Manunggal, subkontraktor proyek senilai sekitar Rp 2,5 triliun tersebut. Dalam dokumen yang diperoleh Tempo, perbuatan Andi dituding mengakibatkan negara berpotensi merugi hingga Rp 464,39 miliar.

    Komisi Pemberantasan Korupsi akan mendakwanya telah melakukan perbuatan secara melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi. "Ia didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP," kata juru bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo saat dihubungi, Ahad, 9 Maret 2014. 

    Akibat perbuatannya, Andi terancam mendekam di penjara selama 20 tahun karena didakwa terlibat korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang. Pasal 2 ayat (1) maupun Pasal 3 UU Tipikor memberi ancaman maksimal penjara 20 tahun dan denda Rp 1 miliar.

    Andi dituduh melakukan kejahatan dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau perusahaan. Ia dituding menyalahgunakan kewenangannya saat menjadi menteri sehingga negara merugi.

    Pengacara Andi, Harry Ponto, membantah kliennya menerima duit dari Hambalang. Dia mengklaim tak ada bukti bahwa kliennya menerima uang terkait proyek Hambalang melalui Choel.

    Ia menyatakan Choel tak tahu soal proyek Hambalang sehingga tak masuk akal jika Choel berkongkalikong dalam pelaksanaannya. "Dalam surat dakwaan, tidak terungkap bagaimana dia (Andi) menerima uang melalui Choel. Ada missing link di sini," ujar dia, Rabu, 5 Maret 2014.

    BUNGA MANGGIASIH | TRI ARTINING PUTRI

    Baca juga:
    Rakyat Cinta Presiden dari Militer'
    Ruhut Bertaruh: Jokowi Enggak Bakal Capres!
    Ruhut: Taruhan Yuk Jokowi Jadi Capres Nggak?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.