Tersangkut Hambalang, KPK Kembali Periksa Mahyudin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat Mahyudin usai diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus korupsi Hambalang di Gedung KPK, Jakarta, Senin (11/2). ANTARA/Rosa Panggabean

    Anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat Mahyudin usai diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus korupsi Hambalang di Gedung KPK, Jakarta, Senin (11/2). ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini kembali memanggil politikus Partai Demokrat, Mahyudin. Bekas Ketua Komisi Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum dalam kasus Hambalang.

    Saat masuk ke gedung KPK, Mahyudin mengaku tak tahu persis alasan kenapa dirinya kembali dipanggil KPK. "Tidak tahu, makanya ini saya diperiksa dulu, ya," kata Mahyudin, Senin, 3 Maret 2014.

    Nama Mahyudin di Hambalang pertama muncul dari pengakuan bekas Bendahara Umum Demokrat, M. Nazaruddin, Menurut Nazar, Mahyudin termasuk satu yang ikut dalam pertemuan membahas sertifikat Hambalang.

    Pertemuan itu terjadi beberapa kali pada 2010. Saat itu sejumlah politikus Demokrat menemui Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng--juga politikus Demokrat. Nazar yang ikut dalam pertemuan itu mengatakan Mahyudin dan Angelina Sondakh turut serta dalam rapat.

    Dalam korupsi pembangunan pusat olahraga terpadu Hambalang ini, KPK telah menetapkan Anas yang merupakan bekas Ketua Umum Demokrat sebagai tersangka. Mahyudin, selain gara-gara kasus Hambalang, juga pernah diperiksa penyidik KPK terkait dengan kasus suap Wisma Atlet SEA Games Palembang.

    MUHAMAD RIZKI


    Terpopuler:
    Di Hotel Sultan, Prabowo Disambut Soetrisno Bachir 
    Ini Penuturan Saksi Penolong Keluarga Tewas Bunuh Diri
    Prabowo: Gerindra Belum Tentu Partai Bersih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.