Atut Tersangka, Golkar: Tiada Maaf bagimu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menurut Heriyanto, Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Ditjen Imigrasi, membenarkan bahwa nama Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Chasan di paspor tanpa memakai nama Ratu dan identitas kebangsawanan Banten. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menurut Heriyanto, Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Ditjen Imigrasi, membenarkan bahwa nama Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Chasan di paspor tanpa memakai nama Ratu dan identitas kebangsawanan Banten. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Nudirman Munir mengatakan, partainya tidak akan mempersoalkan bila benar Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, sebagai tersangka. Anggota Komisi Hukum itu menyatakan, Golkar akan mendorong penegakan hukum yang dilakukan lembaga antikorupsi itu.

    "Kami hargai dan antusias terhadap apa yang dilakukan KPK, karena bagi kami, korupsi, tiada maaf bagimu," kata Nudirman di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 17 Desember 2013.

    "Biar dari kader kami atau siapapun harus disikat habis kalau korupsi. Kami tidak peduli kader siapapun."

    Apalagi, kata Nudirman, kalau kader tersebut membuat sebuah dinasti politik. Menurut dia, dinasti tidak masalah bila isinya adalah keluarga yang berlatar belakang pendidikan serta pengalaman yang hebat. Ia mencontohkan keluarga Megawati Soekarnoputri yang masing-masing memiliki keahlian tersendiri.

    "Tetapi, kalau mengandalkan anak baru kemarin untuk jadi kepala daerah, itu bagaimana," ujarnya.

    Golkar, kata Nudirman, juga tidak pernah mengajarkan kadernya untuk membuat sebuah dinasti. "Kami partai modern yang mengedepankan demokrasi," katanya.

    Nudirman pun tak khawatir penetapan tersangka Atut bakal berdampak buruk terhadap elektabilitas Golkar pada Pemilu 2014. Ia menyatakan, partainya justru berharap agar kader yang bermasalah itu segera diproses. "Kami tidak akan melindungi mati-matian," katanya.

    TRI SUHARMAN



    Berita Terpopuler:
    Ketua Majelis Disiplin Dokter: dr Ayu Tak Berizin
    Heboh, Copywriter Mita Diran Tewas Usai Kerja 30 Jam
    Mita Diran Tewas, Banyak Pekerja `Dibunuh` Lembur
    Jaksa Praya Dilaporkan Makan Bareng Bos PT Aan
    Jokowi Vs Peserta Konvensi Demokrat, Menang Siapa?
    Lima Penyebab Konvensi Demokrat Lesu Darah
    Hanura Tak Yakin Bambang Suap Jaksa Praya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.