Hakim Vica Diduga Selingkuh dengan 'Brondong'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan hakim Pengadilan Negeri Jombang, Vica Natalia, menggelar jumpa pers di Mojokerto, (13/11). Vica berencana menggugat putusan Majelis Kehormatan Hakim tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara. TEMPO/Ishomuddin

    Mantan hakim Pengadilan Negeri Jombang, Vica Natalia, menggelar jumpa pers di Mojokerto, (13/11). Vica berencana menggugat putusan Majelis Kehormatan Hakim tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Jakarta - Hakim Pengadilan Negeri Jombang, Jawa Timur, Vica Natalia, tak hanya dituding selingkuh dengan seorang pengacara dan hakim. Dia juga dituding memacari anak muda bernama Fuad Septianto. Padahal ketika itu, Vica sudah bersuami.

    Tudingan itu diketahui dari dokumen putusan Majelis Kehormatan Hakim (MKH) untuk hakim Vica yang dibacakan pada Selasa, 6 November 2013. Dalam dokumen yang sama, Fuad menyatakan, "Tudingan itu tidak benar." Menurut Fuad, yang benar antara dia dan Vica ada hubungan persaudaraan. "Dia adalah bibi saya."

    Oleh Vica, surat Fuad dilampirkan sebagai bahan tambahan pembelaan dirinya ketika diperiksa MKH. MKH memberhentikan Vica sebagai hakim dengan hak pensiun. MKH menilai, mantan pramugari itu terbukti melakukan pelanggaran disiplin karena berselingkuh dengan pengacara Galih Dewangga dan rekan sesama hakim bernama Agung Wicaksono.

    LEO WISNU S

    Terpopuler
    Athiyyah Siap Penuhi Panggilan KPK dengan Syarat
    Abraham Samad Minta Sutarman Hapus Praktek Setoran
    FBI Ingatkan Pemerintah AS atas Serangan Anonymous  
    PSK Dolly yang Tewas Diduga Berusia 14 Tahun
    Diduga Fita Juga Diperkosa  
    Mitos tentang Berat Badan  
    KPK Tak Mau Buru-buru Tahan Anas
    Belum 18 Tahun, Harapan untuk Walfrida Soik
    Pos Polisi Cina di Xinjiang Diserang, 11 Tewas  
    Persahabatan ala Rocker Arab dan Israel  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.