Pemilihan Rektor UGM Digelar Sabtu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Pemilihan rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta periode 2002-2007 digelar hari ini, Sabtu (16/3). Untuk pertama kalinya, pemilihan rektor perguruan tinggi negeri tertua dan terbesar di Indonesia ini akan menggunakan sistem baru menyusul diberlakukannya PP No 153/2000 tentang Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Pemilihan rektor akan digelar di Balai Senat UGM mulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan presentasi dari ketiga calon di hadapan MWA (Majelis Wali Amanat). Ketiga calon tersebut adalah Prof Dr Ichlasul Amal, Prof Dr Sofyan Effendi dan Prof Dr Ir Boma Wikan Tyoso. Sore harinya, sekitar pukul 16.00, anggota MWA akan menentukan siapa yang pantas memimpin UGM melalui pemungutan suara. Proses pemilihan Rektor UGM bisa disaksikan secara terbuka oleh seluruh civitas akademika. Namun untuk menjaga ketertiban, Humas UGM menyediakan dua TV monitor yang diletakkan di lantai dasar Balairung UGM. Seluruh proses pemilihan, baik saat presentasi maupun pemungutan suara, bisa diikuti melalui TV monitor ini. Majelis Wali Amanah (MWA) -- badan yang berwenang memilih rektor berdasar PP No 153/2000 -- terdiri 25 orang. Mereka terdiri atas Mendiknas, rektor, tenaga edukatif, dua wakil tenaga nonedukatif dan dua wakil dari mahasiswa. Khusus untuk dua anggota MWA wakil dari mahasiswa yakni Rudy Hantoro dan Rahmantoha, telah mundur dari MWA. Rudy ditarik oleh elemen yang mencalonkannya, sementara Rahmantoha dinyatakan nonaktif oleh KM UGM. Menurut PP No 153/2000, dalam proses pemungutan suara pemilihan rektor, Mendiknas memegang 35 persen suara. Karena Ichlasul Amal masih mencalonkan diri, ia tidak diberi hak suara. Dengan demikian, sisa suara sebanyak 65 persen akan dibagi 21 anggota MWA lainnya.c (Heru CN – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.