'SBY Tak Percaya Orang Lain Selain Dirinya Sendiri'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsuddin Haris, pesimistis Partai Demokrat akan mengusung calon presiden. Menurut dia, tidak ada calon presiden kuat dari partai berkuasa ini.

    Syamsuddin justru memprediksi, Demokrat akan mendukung calon dari partai lain. "Faktanya memang tidak ada calon yang kuat. Siapa calon yang kuat di Partai Demokrat?" ujar Syamsuddin saat dihubungi Tempo, 8 April 2013.

    Ketiadaan calon presiden dari partai berlambang Mercy ini, menurut dia, karena ketua umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono, tidak membuka diri atas opsi lain. "SBY tidak percaya orang lain selain dirinya sendiri," kata dia.

    Atas kondisi Demokrat yang makin statis ini, Syamsuddin mengusulkan partai ini untuk segera mencari kandidat presiden pada Pemilihan Umum 2014. "Saya kira, dengan menyeleksi secara internal, siapa yang layak?" katanya.

    Tapi, jika terus dibiarkan, Syamsudin khawatir Demokrat malah mendukung calon dari partai lain. "Pengaruhnya nanti di Pemilu 2014, Demokrat bisa dukung calon lain," katanya.

    Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, partainya belum memiliki calon presiden untuk diusung pada 2014. "Saya sedang memikirkan sejumlah tokoh yang saya yakini punya integritas, kapasitas, dan akseptabilitas awal, yang kira-kira bisa memimpin kita 2014-2019 nanti," kata SBY kepada Tempo, Jumat pekan lalu.

    SBY mengatakan masih menggodok cara untuk menjaring calon. Menurut SBY, kesungguhan mereka untuk maju bisa dilihat 6-10 bulan lagi dari sekarang.

    FEBRIANA FIRDAUS

    Topik terhangat:

    Partai Demokrat
    | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Berita terpopuler lainnya:
    3 Fakta Kapolda DIY Kontak Pangdam Sebelum Insiden

    SBY: SMS Saya ke Anas Tidak Dibalas

    Kisah Penjaga Mayat yang Memandikan Nurdin M Top

    SBY Sudah Menduga Penyerang Cebongan Kopassus

    SBY: Kami Menyayangi Anas Urbaningrum

    Agustus, SBY Bakal Ganti Kapolri dan Panglima TNI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.