Prabowo: Negara Ini Sedang Sakit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto. TEMPO/Yohannes Seo

    Prabowo Subianto. TEMPO/Yohannes Seo

    TEMPO.CO, Kupang - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto mengatakan Indonesia sedang dalam keadaan sakit akibat maraknya kasus korupsi yang melanda daerah negara ini.

    "Negara ini sedang sakit karena banyak elite atau pemimpin yang suka bohong dan menipu rakyat," kata Prabowo Subianto dalam orasi politiknya saat kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Esthon Foenay dan Paul Tallo, yang diusung Partai Gerindra, Rabu, 13 Maret 2013.

    Prabowo mengatakan dia merasa harus mendirikan Partai Gerindra karena negara ini butuh perubahan dari segala aspek. Ditambah lagi, banyak sumber daya alam Indonesia yang dicuri oleh asing. "Sumber daya alam paling banyak berada di Indonesia bagian timur yang dicuri asing," katanya.

    Berdasarkan hasil penelitian dan riset yang dilakukannya, Prabowo mengatakan setiap tahun Indonesia mengalami kerugian sekitar Rp 600 triliun, dari hasil sumber daya alam yang ada. "Karena itu, Indonesia butuh perubahan," katanya.

    Tidak hanya itu, kata Prabowo, banyak uang rakyat yang dicuri para elite atau pimpinan di negara ini untuk kepentingan mereka. Uang yang dicuri itu, katanya, digunakan lagi untuk menipu rakyat.

    Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat, jika ada calon gubernur dan wakil gubernur yang melakukan politik uang, ambil saja uangnya. Akan tetapi, memilih harus sesuai hati nurani.

    "Jangan terbebani dengan uang yang diberikan karena itu uang rakyat. Jadi, ambil saja, tapi pilihan sesuai hati nurani," katanya.

    Namun, Prabowo mengingatkan pasangan Esthon Foenay dan Paul Tallo untuk tidak korupsi jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2013-2018. "Jika kalian korupsi, saya bersama rakyat akan menurunkan kalian dari kursi gubernur dan wakil gubernur," ujarnya.

    YOHANES SEO

    Berita Lain:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.