Dilaporkan ke Polisi, Bupati Garut: Salah Saya Apa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aceng Fikri dan Fani Oktora. TEMPO/Prima Mulia/Rusman Paraqbueq

    Aceng Fikri dan Fani Oktora. TEMPO/Prima Mulia/Rusman Paraqbueq

    TEMPO.CO, Jakarta - Fany Octora, mantan istri Bupati Garut Aceng HM Fikri, melaporkan bekas suaminya itu ke Markas Besar Polisi RI (Mabes Polri). Ditemani sejumlah pengacaranya, Fany mengaku mengalami kekerasan psikis dari Aceng. (baca: Nikah 4 Hari, Janda Kencur Bupati Garut Stres )

    Menanggapi laporan tersebut, Bupati Garut Aceng justru balik bertanya. “Kesalahan saya apa?” ujarnya saat dihubungi Tempo, Senin, 3 Desember 2012. Menurut dia, laporan itu tidak berdasar karena tak jelas apa yang dipermasalahkan. Aceng menyarankan supaya Fany dan keluarganya jangan merasa benar sendiri kemudian melapor ke polisi.

    Pelaporan Aceng dilatarbelakangi perceraian yang dilakukan terhadap Fany. Keduanya menikah pada 14 Juli 2012. Empat hari kemudian, Aceng menceraikan Fany. Kata cerai itu disampaikan Aceng secara lisan dan melalui pesan singkat.

    Selama empat hari menikah dengan Fany, Aceng mengaku memperlakukan bekas istrinya itu dengan baik. Bahkan, Aceng melanjutkan, ia telah memberikan mas kawin yang lebih dari rata-rata orang Garut berikan ketika meminang seorang wanita. (baca: Bupati Garut Aceng: Saya Masih Sayang Fani)

    Setelah kata cerai itu terucap, menurut Aceng, Fany juga sudah menerima dan mengatakan tidak akan mempermasalahkan apa pun di kemudian hari. “Dia sudah tanda tangan dan bersedia menerima konsekuensinya,” ujar Aceng.

    Jika Fany terus-menerus membawa masalah ini ke ranah publik, Aceng mengaku tak akan segan untuk menuntut balik. “Saya juga sudah siapkan pengacara,” ujar dia.

    RINI K

    Berita terpopuler lainnya:
    Saat Melamar Fany, Bupati Garut Mengaku Sudah Duda
    Janda Bupati Garut Sebenarnya 'Ogah' Lapor ke Polisi
    Fany Octora, Janda Bupati Garut, Masih Shock
    Janda Bupati Garut Alami Kekerasan Psikis
    Fany Octora Laporkan Bupati Garut ke Mabes Polri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.