Gaya Jokowi Berkampanye Akan Dipakai Calon Jabar 1

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Sate, kantor Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Jl. Diponegoro No. 22 Bandung. TEMPO/Praga Utama

    Gedung Sate, kantor Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Jl. Diponegoro No. 22 Bandung. TEMPO/Praga Utama

    TEMPO.CO, Bandung -Pengamat politik Miftah Rahmat memprediksi para kandidat calon Gubernur Jawa Barat akan mengadaptasi strategi Gubernur DKI Joko Widodo dalam berkampanye. Ada tiga pasang calon berlatar belakang artis tapi itu bukan lagi daya tarik. "Masyarakat akan mencari sosok yang pemimpin yang bisa lebih dekat rakyatnya," kata putra Jalaludin Rahmat ini di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 14 November 2012.

    Menurut Miftah, saat ini, daya tarik utama bagi masyarakat bukan lagi semata popularitas kandidat, tapi kerinduan terhadap pemimpin yang dekat dengan rakyat. Sosok Jokowi yang mau turun langsung ke tengah-tengah masyarakat menjadi daya tarik tersendiri di mata masyarakat. "Cara-cara Jokowi ini akan menjadi referensi bagi strategi kampanye semua calon Jabar 1 (calon gubernur Jawa Barat)," ujarnya. 

    Miftah menjelaskan, ke depan, masyarakat tidak melihat siapa calon yang lebih populer di antara para kandidat selebritas. Namun mereka akan melihat seberapa intens para calon bersaing untuk mendekatkan diri secara langsung dengan masyarakat Jabar. 

    Untuk mengetahui visi dan misi calon kandidat, masyarakat perlu tahu program-program mereka. Karena itu, perlu pengujian lebih lanjut untuk menakar kapasitas kemampuan para calon, misalnya dengan mengadakan acara debat kandidat. "Hal itu agar masyarakat Jabar bisa mempertimbangkan siapa kandidat yang paling layak menduduki kursi Jabar 1," kata Miftah yang mengaku akan menggunakan hak pilihnya dalam pilkada 2013 mendatang.

    Menurut Miftah, Gubernur Ahmad Heryawan bisa memenangkan pemilihan gubernur pada 2008 karena dia  menggandeng Dede Yusuf, yang notabene satu-satunya selebritas dalam daftar kandidat cawagub waktu itu. Padahal, saat itu, sosok Aher dari Jakarta dan masih asing bagi masyarakat Jabar. Namun ia memanfaatkan sosok Dede Yusuf untuk menarik suara publik.

    "Tapi, strategi seperti itu sudah tidak begitu efektif dalam strategi kampanye pilgub kali, justru kedekatan mereka dengan rakyatlah yang akan membuat dipilih rakyat," ujarnya. 

    Para kandidat yang berasal dari kalangan artis adalah Rieke Diah Pitaloka berpasangan dengan Teten Masduki, Dedy Mizwar digandeng Ahmad Heryawan, dan Dede Yusuf berpasangan dengan Lex Laksamana, mantan Sekda Jabar.

    SONIA FITRI | ENI S

    Berita Terpopuler
    Mahfud Tantang Sudi Silalahi  
    Ola Pernah Minta Bantuan Ayin

    Ola Sesumbar Hanya Jalani Vonis 15 Tahun

    Ahok Geregetan Dengar TKI Diperkosa di Malaysia

    Muhammad Hatta Tak Berniat Somasi Dahlan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.