Lima Kubu Berdiri di Belakang Kapolri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neta S Pane. TEMPO/Adri Irianto

    Neta S Pane. TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat masalah kepolisian, Neta S. Pane dari Indonesia Police Watch, menilai terbongkarnya kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM merupakan akibat perseteruan antar-angkatan di tubuh Polri. “Dalam beberapa bulan terakhir ada wacana untuk mempercepat suksesi Kapolri saat ini menjadi akhir 2012,” kata Neta kepada Majalah Tempo.

    Padahal, Jenderal Timur Pradopo sendiri seharusnya pensiun pada Maret 2014. Namun momen penggantian Kapolri hanya beberapa bulan sebelum Pemilu 2014 dinilai rawan. Juga karena jabatan Presiden Yudhoyono berakhir pada November 2014 dan siapa pun yang menjadi presiden berkepentingan dengan jabatan Kepala Polri. “Artinya, jika menunggu Timur Pradopo pensiun, penggantinya cuma menjabat enam bulan hingga pemilu digelar,” kata Neta.

    Sebelum kasus simulator SIM ini meledak, menurut Neta, isu penggantian Kepala Polri jadi pembicaraan di angkatan 1980 hingga 1984. Beberapa orang di angkatan ini juga masuk bursa calon Kepala Polri.

    Setidaknya ada lima kubu yang berkembang. Menurut Neta, salah satunya Djoko Susilo yang kini menjadi tersangka kasus simulator. Djoko bersaing dengan rekan satu angkatan, Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno, kini Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat.

    Nama lain adalah Kepala Korps Lalu Lintas Inspektur Jenderal Pudji Hartanto dan mantan Kepala Polda Jawa Timur Inspektur Jenderal Badrodin Haiti. Keduanya angkatan 1982 dan dikenal dekat dengan Timur Pradopo. Lalu ada nama Inspektur Jenderal Budi Gunawan yang kini menjadi Kepala Polda Bali. Budi berasal dari angkatan 1983. 

    "Begitu kasus ini meledak, situasinya berubah. Dari lima kubu, kini mereka solid di belakang Kapolri," kata Neta.

    Laporan selengkapnya baca di Majalah Tempo di sini. 

    WIDIARSI AGUSTINA

    Berita Terpopuler:
    Dinas Kesehatan ''Sentil'' Iklan Klinik Tong Fang  

    Seks di Kampung Atlet Olimpiade

    Kasus Simulator SIM, Pemimpin KPK Disadap Polisi?

    Rhoma Bebas, Ini Komentar Artis Dangdut Jatim

    Van Persie Dicemooh Fans Arsenal

    PKS Tak Konsisten? Ini Tanggapan Anis Matta

    Wanita Ini Tikam Calon Suami di Hari Pernikahan

    Detik.com Tak Bisa Diakses Karena Listrik Meledak

    Pemimpin KPK Tahu Disadap Polisi

    Soal Ceramah, Rhoma Irama Kutip Ucapan Jimly


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.