Sabtu, 24 Februari 2018

Kereta Api Jakarta Menuju Surabaya Terlambat 9-10 Jam

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 23 Juli 2003 17:42 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Surabaya:Kereta api eksekutif dan ekonomi yang kemarin malam berangkat dari Jakarta dengan tujuan Stasiun Pasar Turi Surabaya, mengalami keterlambatan berkisar sembilan hingga sepuluh jam. Seperti diketahui, keterlambatan itu akibat pengalihan rute dari jalur utara ke selatan menyusul putusnya rel di Batang, Jawa Tengah, lantaran diterjang banjir. Kereta api Sembrani memasuki Pasar Turi tadi siang pukul 11.30 wib atau terlambat hampir sembilan jam dari jadwal biasa jam 03.00 wib. Sedangkan KA Argo Bromo Anggrek hingga kini belum menampakkan diri. Saat berita ini ditulis baru melintasi daerah Gambringan, Solo. “Diperkirakan akan sampai di Surabaya jam 15.30 wib atau terlambat sembilan jam dari jadwal semula pukul 06.30 wib,” ujar Soedarsono, Humas PT Kerata Api Indonesia Daerah Operasi VIII, kepada Tempo News Room di Surabaya, Selasa (19/2). Sedangkan KA Kertajaya berkelas ekonomi diperkirakan sampai pukul 16.15 wib atau terlambat sekitar 10 jam. Untuk KA Argo Anggrek Malam yang kemarin batal berangkat, hari ini akan dioperasikan pada pukul 21.00 wib dari Stasiun Pasar Turi, namun menggunakan rangkaian gerbong KA Gajayana. Soedarsono tak menjelaskan apakah terjadi penurunan fasilitas dan kenyamanan penumpang dengan pergantian gerbong itu. Padahal, harga tiket untuk KA Argo Anggrek Malam sejak 1 Februari lalu naik menjadi Rp 250 ribu dari harga semula Rp 190 ribu. Sementara KA Gumarang kelas eksekutif tetap batal berangkat dari Surabaya ke Jakarta. Menurut Soedarsono, mulai besok jembatan di kawasan Stasiun Ujung Negoro, Kuritan, Pekalongan, Jawa Tengah, bisa dipakai lagi dengan laju kereta yang sangat pelan. “PT KAI telah membuat jembatan darurat yang tadi pagi sudah diuji coba. Sedang untuk rel jembatan di Batang yang kemarin lusa putus, kemungkinan Jumat bisa dipakai lagi. Rencananya besok akan diuji coba,” ujarnya. (Adi Mawardi)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.