Jumat, 23 Februari 2018

Jawa Timur Targetkan Juara Pekan Olah Raga Santri

Oleh :

Tempo.co

Senin, 5 Juli 2010 10:38 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Surabaya - Jawa Timur menargetkan juara umum dalam Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (Ponpenas) ke-5 yang digelar di Surabaya dan Sidoarjo 5-10 Juli ini.

    Selain sebagai tuan rumah, target ini sangat realistis mengingat Jawa Timur dikenal sebagai gudangnya pesantren karena memiliki 6.003 pesantren.

    "Ponpenas kali ini kita mengikutkan 160 atlit santri," kata Ketua Kontingen Jawa Timur, Nazli Idris, Senin pagi (5/7). Kontingen itu akan didampingi oleh 56 petugas untuk mengikuti 12 cabang olahraga dan 7 cabang seni.

    Target juara umum, tambah Nazli, harus diraih apalagi selama gelaran empat kali Ponpenas, perolehan terbaik Jawa Timur hanyalah pada Ponpenas ke-4 pada 2008 yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur. Saat itu, kontingen santri dari Jawa Timur mampu meraih juara kedua.

    Dari 12 cabang olahraga yang diikuti, Jawa Timur optimistis akan mendapatkan emas di cabang pencak silat, atletik, bulu tangkis, bola voli, tenis meja, sepak bola dan bola basket.

    Jawa Barat menurut Nazli merupakan saingan terberat Jawa Timur. "Jawa Barat pesantrennya juga banyak, kita harus waspadai mereka," tambahnya.

    Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Jawa Timur Rasiyo, mengatakan Pospenas kali ini rencananya dibuka oleh Wakil Presiden Boediono pada Senin malam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. "Persiapan pembukaan sudah kita lakukan, Wapres yang akan buka," kata dia.

    Pospenas sendiri akan mempertandingkan 12 cabang, yaitu atletik, bola voli, bulutangkis, tenis meja, karate, pencak silat, sepak bola, catur, sepak takraw, senam, renang dan bola basket. Sedangkan untuk cabang seni akan diperlombakan qosidah, kaligrafi, pidato, baca puisi, cipta puisi, fragmen islam serta kerajinan kaligrafi.

    ROHMAN TAUFIQ


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.