Delapan Orang Tewas Karena Menggergaji Bom

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Ambon:Delapan warga Dusun Mamua, Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, tewas akibat menggergaji bom, Rabu (29/1) malam sekitar pukul 19.30. Bom berdiameter 30 cm dan panjang 1 meter itu, ditemukan di belakang rumah Mama Madiyah kemarin pagi. Sekitar pukul 08.00, Beang, 40 tahun, bersama tujuh rekannya menggali bom tersebut. Pada pukul 19.30, empat orang menggotong bom berbentuk roket peninggalan Perang Dunia II itu ke pantai Dusun Mamua untuk dipotong. Baru saja mereka menggergaji, bom yang rencananya akan diambil isinya ini meledak. Akibatnya, delapan warga dusun Mamua tewas. Tujuh mayat tak bisa dikenal lagi karena badan para korban berserakan. Komandan Kodim Pulau Ambon dan Pulau Lease, Letnan Kolonel Yudi Zanibar, yang turun ke lokasi mengatakan hanya satu korban yang bisa dikenal. "Itu pun badannya putus menjadi dua." Menurut Dandim, ledakan bom peninggalan Perang Dunia II itu memiliki daya ledak dahsyat. "Satu dusun merasakan getarannya," kata dia. Untuk mengetahui warga Mamua yang menjadi korban, malam itu Kepala Dusun Mamua mengumpulkan semua warganya agar bisa mengetahui siapa warga Mamua yang menjadi korban. Dengan cara itu, akhirnya para korban teridentifikasi. Ketujuh korban yang berserakan badannya ini, dikumpulkan menjadi satu dalam tiga karung. Malam itu juga, para korban dimakamkan. Kedelapan korban tersebut masing-masing Umar, 30 tahun, La Inta, 50 tahun, Ahmad Sage, 35 tahun, Beang, 40 tahun, Udin, 30 tahun, La Sutino, 30 tahun, Hama Kasim, 28 tahun, dan La Uju, 30 tahun. Hingga Kamis pagi, warga setempat masih nelakukan pencarian tulang-tulang para korban. Polisi masih menyelidiki kasus ini.(Mochtar Touwe-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.