Departemen Kesehatan Salurkan Dana Kompensasi BBM Rp 500 Miliar untuk Keluarga Miskin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Kesehatan akan menyalurkan dana kompensasi kenaikan bahan bakar dan minyak (BBM) Rp 500 miliar untuk pelayanan kesehatan Rumah Sakit, pengadaan obat generik, pengadaan vaksin Hepatitis B dan kegiatan safeguarding. Dana itu akan dialokasikan kepada masyarakat melalui program Penanggulangan Dampak Pengurangan Subsidi Energi Bidang Kesehatan (PDPSEBK). “Program bantuan ini ditujuan untuk keluarga miskin. Bantuan yang diberikan untuk pelayanan kesehatan di Rumah sakit seluruh Indonesia sebesar Rp 326 miliar. pengadaan obat generik Rp 130 miliar, pengadaan vaksin Hepatitis B Rp 35 miliar dan kegiatan safeguarding Rp 9 miliar,” ujar Menteri Kesehatan Achmad Sujudi dalam konferensi pers di Departemen Kesehatan, Jumat (25/1) siang. Lebih lanjut Sujudi mengatakan bantuan untuk jenis pelayanan kesehatan di rumah sakit antara lain dalam bentuk pelayanan rawat jalan, rawat inap, pelayanan penunjang medik termasuk pelayanan darah siap pakai, pelayanan gawat darurat dan tindakan medis. “Sedangkan bantuan untuk obat generik Depkes menyediakan obat generik sebanyak 25 jenis obat generik sangat esensial,” katanya. Namun dia tidak menjelaskan nama obat generik tersebut. “Untuk pemberian imunisasi, Depkes menyedikan vaksin Hepatitis B secara gratis dan imunisasi Hepatitis B kepada bayi keluarga miskin di puskesmas dan jaringannya,” Sujudi menambahkan. Direncanakan distribusi akan dilakukan secara bertahap. Untuk rumah sakit, katanya, mulai menerima dana pada minggu ke dua bulan Februari ini. Sedangkan untuk vaksinasi akan disalurkan ke masing-masing provinsi. Dana tersebut akan diberikan mulai Maret 2002, dan kabupaten akan menerima obat mulai April 2002. Sujudi mengakui dana sebesar Rp 500 miliar tersebut jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat miskin di Indonesia masih belum cukup. Sujudi memaparkan, keluarga miskin di Indonesia menurut Biro Pusat Statistik (BPS) sebanyak 37,3 juta orang. Dengan dana tersebut sasaran bantuan untuk perawatan di Rumah Sakit diperkirakan berjumlah 4,4 juta hari rawat inap. Sedangkan untuk obat generik sasarannya adalah sebanyak 47,9 juta orang. Untuk Vaksinasi dan imunisasi bayi keluarga miskin sasarannya adalah 4 juta bayi. “Jadi dana itu masih kurang cukup. Pasti akan ada yang belum terlayani dan akan ada keluhan,” katanya. Meski demikian dari sisa anggaran yang masih sisa pada tahun 2001 lalu, untuk alokasi tahun 2002 diharapkan dana tersebut akan mencukupi kebutuhan masyarakat. Untuk mendapatkan pelayanan bantuan di rumah sakit bagi keluarga miskin, kata Sujudi, keluarga miskin berhak memperoleh bantuan dengan menggunakan kartu sehat. Kartu sehat adalah identitas bagi keluarga miskin yang berhak memperoleh bantuan di rumah sakit, termasuk untuk mendapatkan vaksin dan obat generik. Untuk melaksanakan program ini Sujudi meminta masyarakat ikut memantau dan mengevaluasi pelaksanannya. “Saya minta LSM, Perguruan Tinggi, media massa cetak dan elektronik ikut memantau pelaksanaan program ini, “ ujar dia. Pengaduan, katanya, dapat disampaikan melalui pengaduan di tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten. Ia menambahkan jika pengaduan di tingkat terdekat sult ditangani, maka dapat merujuk kepada tingkat atau forum yang lebih tinggi. (Bernarda Rurit-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.