TNI Tangkap 18 Nelayan Thailand di Perairan Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Banda Aceh:TNI berhasil menangkap 18 nelayan Thailand yang memasuki wilayah perairan Propinsi Aceh tanpa izin, Kamis (3/1) malam. Penangkapan itu diwarnai baku tembak senjata api. Hal itu diungkapkan Komandan Satuan Tugas Penerangan Komando Pelaksana Operasional (Kolakops) Aceh, Mayor TNI Zainal Mutaqin di Banda Aceh Jumat (4/1) siang. Menurut Mayor Zainal, ketika hendak ditangkap malam itu, nelayan Thailand tersebut berusaha melawan dengan menyerang petugas menggunakan kobaran api obor dan senjata api. “Tapi dengan kekuatan penuh mereka berhasil kita atasi,” ujar dia. Tidak ada korban jiwa atau yang cedera dari insiden tersebut. Sebuah senjata api milik nelayan yang digunakan untuk menyerang petugas bersama 30 butir amunisi kaliber 9 mm, tiga komputer dan radio komunikasi SSB berhasil dirampas pasukan TNI yang berposko di Koramil 15/Singkil. Penangkapan ini, menurut Zainal bermula dari laporan nelayan lokal. “Mereka mengabarkan adanya awak sebuah kapal pukat ikan Thailand yang menyerang mereka,” jelas Zainal. Kini 18 nelayan tersebut ditahan di penjara Singkil, daerah bagian selatan Aceh, untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh polisi. Mayor Zainal menambahkan, penangkapan ikan ilegal ini oleh nelayan Thailand sebelumnya sudah sering terjadi di perairan Aceh. (AFP/Ant/Yura Syahrul)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.