Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Elektabilitas Prabowo Subianto Salip Ganjar, Litbang Kompas Singgung Soal Gagalnya Piala Dunia U-20

Editor

Febriyan

image-gnews
Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan selfie bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat panen raya di Kebumen, Jawa Tengah. Sumber Biro Pers Istana Kepresidenan
Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan selfie bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat panen raya di Kebumen, Jawa Tengah. Sumber Biro Pers Istana Kepresidenan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas memaparkan hasil survei mereka yang menyebutkan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat ini menyalip elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Mereka menilai naiknya elektabilitas Prabowo dan penurunan elektabilitas Ganjar disebabkan gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. 

"Pernyataan Ganjar yang menolak tim sepak bola Israel main di Piala Dunia U-20, yang kemudian dikaitkan dengan kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah pergelaran internasional tersebut, berpengaruh pada laju elektabilitasnya," bunyi keterangan Litbang Kompas yang Tempo kutip pada Rabu, 24 Mei 2023.

Dalam survei Litbang Kompas yang digelar pada pada 29 April-10 Mei 2023, Prabowo disebut unggul  dengan elektabilitas 24,5 persen, atas Ganjar yang memiliki elektabilitas 22,8 persen. Satu bakal calon presiden lainnya, Anies Baswedan disebut hanya memiliki elektabilitas 13,6 persen. 

Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster merupakan dua kepala daerah yang melakukan penolakan terhadap Timnas Israel U-20 untuk bertanding di Piala Dunia U-20. Mereka melakukan penolakan sebagai bagian dari sikap politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Keduanya merupakan kader dari partai berlambang banteng tersebut. 

Prabowo naik, Ganjar turun, Anies stagnan 

Elektabilitas Prabowo ini meningkat hingga 6,4 persen dibanding survei Januari 2023 yang berada di angka 18,1 persen. Sementara Ganjar mengalami penurunan elektabilitas sebesar 2,5 persen dari 25,3 persen pada Januari 2023. Lalu untuk perolehan suara Anies nyaris tak berubah dari hasil survei sebelumnya sebesar 13,1 persen atau hanya naik 0,5 persen. 

Meningkatnya elektabilitas Prabowo hingga bisa menyalib Ganjar ini merupakan yang pertama kalinya. Pada survei Oktober 2022, elektabilitas Prabowo masih di bawah Ganjar. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Masih menurut survei tersebut, jumlah pemilih Ganjar yang tetap bertahan usai kasus penolakan Timnas Israel hingga batalnya perhelatan Piala Dunia U-20 hanya di angka 63 persen. Sementara sebanyak 12,5 persen suara pindah ke Prabowo dan sisanya ke calon lain atau abstain.

Survei Litbang Kompas ini dilakukan dengan wawancara secara tatap muka dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Responden terpilih merupakan masyarakat yang memiliki hak suara di 38 provinsi Indonesia. Survei ini memiliki margin of error 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Hasil lembaga survei lainnya

Naiknya elektabilitas Prabowo Subianto ini juga diungkapkan oleh sejumlah lembaga lainnya. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dalam survei terakhirnya akhir April hingga awal Mei ini misalnya, menyatakan Prabowo juga unggul dengan elektabilitas 33,9 persen. Ganjar Pranowo berada di posisi kedua dengan 31,9 persen sementara  Anies yang merupakan calon presiden dari Koalisi Perubahan di posisi ketiga dengan 20,8 persen.  

LSI juga sempat menyinggung soal kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 sebagai penyebab turunnya elektabilitas Ganjar Pranowo dan naiknya elektabilitas Prabowo Subianto. Selain itu, menurut LSI, ada juga masalah impresi negatif dari Ganjar sebagai petugas partai. 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Bagi-bagi Jabatan Komisaris BUMN, Gerindra Bilang Fenomena Biasa di Awal Pemerintahan

4 jam lalu

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman saat pelantikan menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 4 Juli 2023. Habiburokhman yang merupakan Anggota Fraksi Gerindra dilantik menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Desmond J Mahesa, yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. TEMPO/M Taufan Rengganis
Bagi-bagi Jabatan Komisaris BUMN, Gerindra Bilang Fenomena Biasa di Awal Pemerintahan

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menanggapi isu bagi-bagi jabatan setelah beberapa kader partainya ditunjuk menjadi komisaris di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut Habiburokhman, penunjukkan politikus menjadi pejabat di BUMN adalah fenomena yang biasa terjadi di awal pemerintahan.


Gerindra Yakin Ridwan Kamil Bisa Menang Lawan Anies di Pilgub DKI Jakarta 2024

5 jam lalu

Wakil Komandan Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Habiburokhman (kedua kiri) bersama jajaran TKN memberikan keterangan pers soal Film Dirty Vote di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta, Minggu, 11 Februari 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Gerindra Yakin Ridwan Kamil Bisa Menang Lawan Anies di Pilgub DKI Jakarta 2024

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menyatakan yakin Ridwan Kamil (RK) akan menang jika melawan Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta 2024. Habiburokhman mengatakan Ridwan Kamil, yang juga mantan Gubernur Jawa Barat, bisa mengungguli perolehan suara Anies di ibu kota meski sosok lawannya itu adalah petahana.


KPK Jawab Soal Dugaan Asisten Hasto Kristiyanto Dibentak Penyidik: Nanti Diuji

6 jam lalu

Direktur Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menghadirkan dua karyawan PT. Amarta Karya (Persero), Pandhit Seno Aji dan Deden Prayoga (kanan), resmi memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2024. PT. Amarta Karya (Persero) merupakan anak perusahan Badan Usaha Milik Negara. TEMPO/Imam Sukamto
KPK Jawab Soal Dugaan Asisten Hasto Kristiyanto Dibentak Penyidik: Nanti Diuji

Direktur Penyidikan KPK menyebuutkan aduan soal penyidik bentak asisten Hasto Kristiyanto akan diuji beberapa pihak.


Budi Arie Bilang Kemungkinan Jokowi Reshuffle Menteri PDIP Terbuka

8 jam lalu

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, saat ditemui di agenda Google AI menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta, Senin, 3 Juni 2024. TEMPO/Alif Ilham Fajriadi
Budi Arie Bilang Kemungkinan Jokowi Reshuffle Menteri PDIP Terbuka

Menteri Komunikasi menyoroti keperluan pergantian menteri di tengah sinkronisasi pemerintahan Jokowi dan Prabowo.


4 Hal Seputar Anies Baswedan Kunjungi Markas DPW PKB Jakarta Hari Ini

9 jam lalu

Anies Baswedan memberikan sambutan saat bersilaturahmi ke DPW PKB, Jakarta Timur, Kamis, 13 Juni 2024. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
4 Hal Seputar Anies Baswedan Kunjungi Markas DPW PKB Jakarta Hari Ini

Hari ini Anies mengunjungi DPW PKB Jakarta usai dideklarasikan untuk maju sebagai calon Gubernur Jakarta.


Anies Akui Telah Jalin Komunikasi usai PDIP Buka Peluang Dukungan di Pilgub Jakarta

9 jam lalu

Anies Baswedan memberikan sambutan saat bersilaturahmi ke DPW PKB, Jakarta Timur, Kamis, 13 Juni 2024. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Anies Akui Telah Jalin Komunikasi usai PDIP Buka Peluang Dukungan di Pilgub Jakarta

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Puan Maharani, membuka kemungkinan untuk mengusung Anies di pilkada Jakarta.


Tak Hadiri Panggilan KPK dalam Kasus Harun Masiku, Staf Hasto Kristiyanto Beralasan Masih Trauma

9 jam lalu

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Salestinus (tengah) serta tim, mendampingi Kusnadi (Kanan) yang merupakan staf Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, ke Bareskrim Mabes Polri pada Kamis, 13 Juni 2024, terkait perampasan barang pribadi dan dokumen milik PDIP yang disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 10 Juni 2024.
Tak Hadiri Panggilan KPK dalam Kasus Harun Masiku, Staf Hasto Kristiyanto Beralasan Masih Trauma

Staf sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi, tidak memenuhi panggilan penyidik KPK karena masih trauma.


Cerita Harun Masiku yang Sempat Berkeliaran di Jakarta Tanpa Tersentuh Penegak Hukum

10 jam lalu

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas BEM Indonesia menggugat, melakukan aksi unjuk rasa dengan membentang poster bergambar buronan Harun Masiku, di depan gedung KPK, Jakarta, Selasa, 29 Agustus 2023. Dalam aksi damai ini mereka mendesak KPK segera menangkap buronan tersangka tindak pidana korupsi yang masuk dalam DPO, politisi PDIP Harun Masiku pemberi suap kepada Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. TEMPO/Imam Sukamto
Cerita Harun Masiku yang Sempat Berkeliaran di Jakarta Tanpa Tersentuh Penegak Hukum

Harun Masiku pernah berada di Jakarta usai jadi buron KPK.


KPK Akan Periksa Lagi Asisten Hasto Kristiyanto Soal Kasus Harun Masiku Hari Ini

10 jam lalu

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo berikan keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Juni 2024. Foto: ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
KPK Akan Periksa Lagi Asisten Hasto Kristiyanto Soal Kasus Harun Masiku Hari Ini

KPK jadwalkan pemeriksaan Kusnadi hari ini.


Kenapa Harun Masiku Sulit Ditangkap?

10 jam lalu

Aktivis Indonesia Corruption Watch melakukan aksi unjuk rasa dengan membentang poster bergambar buronan Harun Masiku, di depan gedung KPK, Jakarta, Senin, 15 Januari 2024. Dalam aksi damai ini mereka memperingati empat tahun belum tertangkapnya buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang tindak pidana korupsi tersangka politisi PDI Perjuangan, Harun Masiku. TEMPO/Imam Sukamto
Kenapa Harun Masiku Sulit Ditangkap?

Kenapa Harun Masiku sulit ditangkap? Ini penjelasannya