Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Banjir Solo dan Sukoharjo, BNPB Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari

Reporter

Editor

Amirullah

image-gnews
Warga melintasi genangan air yang merendam perkampunganya saat banjir di Kampung Joyotakan, Solo, Jawa Tengah, Jumat 17 Februari 2023. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo sebanyak 21.846 jiwa dari 15 Kelurahan di Kota Solo terdampak banjir akibat meluapnya sejumlah anak sungai Bengawan Solo. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Warga melintasi genangan air yang merendam perkampunganya saat banjir di Kampung Joyotakan, Solo, Jawa Tengah, Jumat 17 Februari 2023. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo sebanyak 21.846 jiwa dari 15 Kelurahan di Kota Solo terdampak banjir akibat meluapnya sejumlah anak sungai Bengawan Solo. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Iklan

TEMPO.CO, Solo - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyatakan status tanggap darurat banjir diberlakukan di Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo selama 14 hari. Status tanggap darurat sendiri telah ditetapkan di kedua wilayah itu mulai Jumat, 17 Februari 2023. 

"Statusnya sudah dikeluarkan baik oleh bupati Sukoharjo maupun wali kota Solo, dan berlaku 14 hari ke depan," kata Suharyano usai memimpin rapat koordinasi (rakor) terkait penanganan banjir di Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo di Balai Kota Solo, Sabtu, 18 Februari 2023 sore. 

Rakor itu juga dihadiri langsung oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Ahyani, mewakili Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. 

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo dan BPBD Sukoharjo, Suharyanto mengatakan penyebab terjadinya banjir Solo dan di Sukoharjo itu hampir sama, yaitu karena curah hujan yang cukup tinggi  serta limpahan air dari Bengawan Solo

Meski status tanggap darurat akan diberlakukan selama 14 hari, Suharyanto berharap masalah banjir di kedua wilayah itu dapat segera tertangani. Ini dengan melakukan langkah-langkah mitigasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi dengan target ketika curah hujannya sama atau lebih besar, dampaknya tidak akan sebesar seperti sekarang.

"Setelah tanggap darurat selesai tentunya kegiatan tidak berhenti sampai di sini. Kami pun harus memikirkan langkah-langkah ke depan, khususnya di tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dalam rangka mitigasi, pencegahan di tahun-tahun ke depan supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Itu artinya langkah mitigasi ada hasilnya," katanya. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam kesempatan itu, BNPB juga menyerahkan secara simbolis bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir di Solo dan Sukoharjo.

Menurut laporan dari Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Solo dan BPBD Sukoharjo, Suharyanto menyebut hingga Sabtu itu masih ada warga yang mengungsi, meski banjir sudah surut.

"Tetapi tentu saja pemerintah pusat hadir langsung untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak berupa anggaran dana siap pakai yang bisa digunakan saat tanggap darurat," tuturnya.

Selain itu, bantuan yang diberikan juga berupa logistik permakanan dan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan seperti tenda, selimut, matras, ada beberapa perahu, dan pompa. "Mudah-mudahan ini bisa meringankan masyarakat yang terdampak banjir," kata dia.

Pilihan Editor: Profil Ahmad Munasir, Dosen UII yang Hilang di Norwegia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

BMKG Peringatkan Potensi Banjir di Empat Provinsi hingga 20 Juni 2024

1 hari lalu

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memeriksa alat Actinograph untuk mengukur intensitas radiasi matahari di Taman Alat Cuaca BMKG Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2023. BMKG memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung hingga akhir Oktober dan awal musim hujan terjadi pada awal November 2023. Tempo/Tony Hartawan
BMKG Peringatkan Potensi Banjir di Empat Provinsi hingga 20 Juni 2024

BMKG peringatkan potensi banjir di Sumatera Selatan, Maluku, Papua Tengah dan Papua Barat Daya hingga 20 Juni mendatang.


Banjir dan Longsor Melanda Lima Kecamatan di Kabupaten Kerinci Jambi

3 hari lalu

Kondisi wilayah terdampak banjir di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.  (Sumber: BPBD Kabupaten Kerinci)
Banjir dan Longsor Melanda Lima Kecamatan di Kabupaten Kerinci Jambi

BNPB melaporkan sebanyak 300 kepala keluarga dan 300 rumah terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 10-80 sentimeter.


BNPB: Mulai Masuki Kemarau, 627 Jiwa di Cilacap Kesulitan Mengakses Air Bersih

5 hari lalu

BMKG Prediksi Musim Kemarau Terjadi Juni-September 2024
BNPB: Mulai Masuki Kemarau, 627 Jiwa di Cilacap Kesulitan Mengakses Air Bersih

BNPB menginformasikan, dua desa di Cilacap dilanda kekeringan akibat musim kemarau. Sebanyak 627 jiwa kesulitan mengakses air bersih.


Banjir di Kabupaten Tanah Bumbu, BNPB Sebut Luapan 4 Sungai Rendam 24 Desa

8 hari lalu

Hujan dan banjir di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Selasa 30 Agustus 2022. Banjir yang terjadi sampai merendam dan menutup jalan nasional lintas provinsi. (ANTARA/Firman)
Banjir di Kabupaten Tanah Bumbu, BNPB Sebut Luapan 4 Sungai Rendam 24 Desa

BNPB melaporkan 7.743 jiwa terdampak banjir yang terjadi sejak Selasa, 4 Juni 2024, di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.


Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Ibu Kembali Meletus, Ini Data BNPB

10 hari lalu

Kolom abu vulkanik dari letusan Gunung Lewotobi Laki-laki teramati dari Pos Pengamatan Gunung Api Badan Geologi Kementerian ESDM di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa 4 Juni 2024, pukul 16.15 WITA. (ANTARA/HO-Badan Geologi Kementerian ESDM)
Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Ibu Kembali Meletus, Ini Data BNPB

Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Ibu masih terus erupsi. Statusnya waspada dan awas.


Banjir dan Longsor Menerjang Luwu Utara dan Sinjai, Ketinggian Air Sempat Tembus 1 Meter

11 hari lalu

Kondisi sungai meluap dan memperparah dampak banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (3 Mei 2024) (ANTARA/HO-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu)
Banjir dan Longsor Menerjang Luwu Utara dan Sinjai, Ketinggian Air Sempat Tembus 1 Meter

BNPB mencatat banjir dan longsor menerjang dua Kabupaten di Sulawesi Selatan, Senin, 3 Juni 2024. Lahan sawah ikut terdampak.


Banjir di Kabupaten Katingan Kalteng, BNPB Catat 5.728 Rumah Terendam Air

12 hari lalu

Petugas mengecek kondisi korban banjir di Katingan, Kalimantan Tengah, Senin 3 Juni 2024. ANTARA/HO-BNPB
Banjir di Kabupaten Katingan Kalteng, BNPB Catat 5.728 Rumah Terendam Air

BNPB mencatat banjir merendam lebih dari 5.700 rumah di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Warga diimbau waspada terhadap hujan susulan.


Banjir di Sidenreng Rappang Rendam 325 Rumah

12 hari lalu

Kondisi banjir besar di Mahakam Ulu dengan lima kecamatan dan 37 desa yang terdampak. ANTARA/HO-Basarnas Kaltim
Banjir di Sidenreng Rappang Rendam 325 Rumah

Hasil pendataan BNPB mencatat 325 kepala keluarga yang terdampak dan 140 hektare sawah tergenang banjir di Sidenreng Rappang.


BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca, 3 Ton NaCl Ditebar di Langit Sumsel

13 hari lalu

Giat operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) oleh BNPB bersama lintas kementerian/lembaga di Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu, 6 Januari 2024.Tim Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB
BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca, 3 Ton NaCl Ditebar di Langit Sumsel

BNPB melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca untuk upaya penanganan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.


Pohon Tumbang dan Banjir Bikin Jalan Margonda Depok Macet Total

13 hari lalu

Petugas mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Margonda Depok, Sabtu malam, 1 Juni 2024. Foto : Istimewa
Pohon Tumbang dan Banjir Bikin Jalan Margonda Depok Macet Total

Dampak genangan dan pohon tumbang itu membuat lalu lintas dari Depok menuju Jakarta mengalami kemacetan.