Polisi Kembalikan Gawai Aremania Pengunggah Video Tragedi Kanjuruhan Setelah Didatangi LPSK

Sejumlah suporter Arema FC (Aremania) mengikuti doa bersama di depan pintu tribun 13 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa 4 Oktober 2022. Doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan pada hari ke-3 tersebut semakin banyak diikuti warga setempat maupun suporter Arema FC dari berbagai daerah. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

TEMPO.CO, Malang - Polisi akhirnya mengembalikan telepon seluler milik Kelvin alias Kelpin,  Aremania yang mengunggah video desak-desakan di pintu keluar saat Tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022. Pengembalian itu dilakukan setelah Kelpin mendatangi Polres Malang bersama Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Edwin Partogi Pasaribu. 

Edwin menyatakan bahwa ini merupakan kedua kalinya mereka mendatangi Polres Malang untuk mengambil telepon seluler Kelpin. Kemarin mereka telah melakukan hal serupa namun tak berhasil.

“Kemarin (6 Oktober) ke Polres Malang untuk ambil HP Kelvin, tapi penyidik tidak ditempat,” kata  Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu kepada Tempo, Jumat, 7 Oktober 2022.

Edwin menyatakan bahwa gawai Kelvin dikembalikan secara utuh. Di dalam gawai tersebut, Kelvin merekam tiga video terdiri atas suasana stadion, saat pertandingan dan saat keluar stadion.

“HP dipinjam petugas untuk transfer video,” katanya.

Kelvin merupakan Aremania yang sempat dikabarkan diculik oleh polisi. Menurut Edwin, peristiwa itu terjadi pada Senin, 3 Oktober 2022. Saat itu, polisi ingin meminta keterangan Kelpin atas peristiwa yang terjadi pasca laga BRI Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya tersebut. 

Meskipun demikian, Edwin menyayangkan tindakan polisi yang membawa paksa Kelpin. Menurut dia, penyidik seharusnya bisa mengajukan surat pemanggilan terlebih dahulu seperti diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Bahwa Kelpin ini punya hak yang sama untuk diperlakukan di depan hukum. Kalau dimintai keterangan ya sebaiknya ada surat panggilan,” kata Edwin.

Dia juga menyayangkan langkah polisi yang menyita gawai Kelpin. Menurut dia, hal itu tak perlu dilakukan jika hanya  untuk mentransfer video. 

“HP seharunya tidak perlu lama-lama, segera dikembalikan setelah digunakan untuk kepentingan penyidikan,” katanya.

Edwin menyatakan bahwa dirinya juga sempat mendapatkan intimidasi dari polisi dalam pemeriksaan pada Senin lalu. Polisi, menurut Edwin, meminta Kelpin menghapus video dan akun tiktok @kelpinbotem yang dia gunakan untuk mengunggah video Tragedi Kanjuruhan itu.  Edwin menilai penyidik berlebihan.

LPSK, menurut Edwin, pun telah menerima 11 pengajuan permohonan sebagai saksi dan korban dalam peristiwa tersebut yang merupakan Aremania. Meskipun demikian, dia menyatakan belum ada satu pun permohonan itu yang dikabulkan. Dia menyatakan, LPSK akan memberi perilndungan kepada saksi dan korban Tragedi Kanjuruhan yang mengalami intimidasi atau ancaman.

EKA YUDHA SAPUTRA | EKO WIDIANTO






Jadwal Liga 1 Bergulir Lagi: Simak Rangkaian Laga Pekan Ke-12, Mulai Senin 5 Desember

8 jam lalu

Jadwal Liga 1 Bergulir Lagi: Simak Rangkaian Laga Pekan Ke-12, Mulai Senin 5 Desember

Setelah lama terhenti karena Tragedi Kanjuruhan, jadwal Liga 1 akhirnya bisa bergulir kembali. Simak jadwal pekan ke-12, mulai Senin, 5 Desember.


LPSK Layangkan Surat Rekomendasi ke Jaksa agar Tuntutan Bharada E Diringankan

9 jam lalu

LPSK Layangkan Surat Rekomendasi ke Jaksa agar Tuntutan Bharada E Diringankan

LPSK mengirimkan surat rekomendasi kepada Kejaksaan Agung agar penuntut umum menuntut ringan Bharada E atau Richard Eliezer.


Jadwal Persija Jakarta Setelah Liga 1 Bergulir Lagi: 6 Laga untuk Desember 2022

10 jam lalu

Jadwal Persija Jakarta Setelah Liga 1 Bergulir Lagi: 6 Laga untuk Desember 2022

Persija Jakarta siap menghadapi enam laga dengan sistem terpusat atau gelembung (bubble) lanjutan Liga 1 Indonesia 2022-2023 pada Desember ini.


Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

1 hari lalu

Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi mengungkapkan pernyataan Richard Eliezer atau Bharada E soal wanita menangis di rumah Ferdy Sambo adalah jujur.


Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

1 hari lalu

Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

Asops Kapolri, Irjen. Agung Setya Imam Effendi mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan penilaian resiko untuk kelanjutan liga Indonesia.


PT LIB Dapat Izin Polisi, Jadwal Liga 1 Dilanjutkan Mulai 5 Desember 2022

1 hari lalu

PT LIB Dapat Izin Polisi, Jadwal Liga 1 Dilanjutkan Mulai 5 Desember 2022

PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) menyatakan Liga 1 musim 2022-2023 resmi dilanjutkan mulai 5 Desember 2022 setelah dapat rekomendasi dari kepolisian.


BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

2 hari lalu

BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

Polisi masih menunggu hasil penilaian resiko yang dibuat Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan untuk memberikan izin BRI Liga 1 kembali bergulir.


Wali Kota Gibran Sebut Stadion Manahan Solo Jadi Tuan Rumah Liga 1

2 hari lalu

Wali Kota Gibran Sebut Stadion Manahan Solo Jadi Tuan Rumah Liga 1

Menurut Wali Kota Gibran, Stadion Manahan Solo akan menjadi salah satu tuan rumah Liga 1 dengan sistem gelembung atau bubble.


Liga 1: Persebaya Surabaya Kontrak George Brown Selama 2 Tahun

2 hari lalu

Liga 1: Persebaya Surabaya Kontrak George Brown Selama 2 Tahun

Persebaya Surabaya secara resmi mengontrak pemain trial, George Brown, selama dua tahun.


Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

2 hari lalu

Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

LPSK memberikan tanggapan mengenai pernyataan penasihat hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis yang menyebut Bharada E memberikan kesaksian bohong di persidangan.