Tahun 2022 Polri Anggarkan Rp 159,8 Miliar untuk Pengadaan Gas Air Mata

Reporter

Editor

Nurhadi

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk ke lapangan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Polda Jatim mencatat jumlah korban jiwa dalam kerusuhan tersebut sementara sebanyak 127 orang. REUTERS TV melalui REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Gas air mata memang tidak dirancang untuk membunuh, tapi masih ada kemungkinan efek mematikan apabila digunakan tidak sesuai prosedur. Dalam praktiknya, seperti saat tragedi Kanjuruhan, aparat kepolisian disebut menembakkan gas air mata di tengah kerumunan tribun penonton. Alhasil, ratusan orang meregang nyawa karena gagal napas, hingga terinjak-injak saat terjebak di pintu keluar stadion. 

“Penyalahgunaan gas air mata yang sedang berlangsung oleh pasukan polisi di seluruh dunia adalah tindakan sembrono dan berbahaya,” kata Patrick Wilcken, Wakil Direktur Program Isu Global Amnesty International, dikutip dari Amnesty.org.  

Hasil investigasi Amnesty International mencatat setidaknya 100 insiden serupa pernah terjadi di 31 negara selama 2019 silam. Bersama Omega Research Foundation, Amnesty International mengecam penyalahgunaan gas air mata dalam pengendalian huru-hara. Namun, hingga saat ini belum ada peraturan internasional tentang pengawasan perdagangan gas air mata. 

Sejumlah institusi keamanan negara, termasuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri), kerap melakukan pengadaan gas air mata dengan jumlah anggaran bernilai fantastis di setiap tahunnya. Berdasarkan penelusuran Tempo, total pengadaan gas air mata oleh Polri menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022 mencapai 159,8 miliar. 

Berikut rincian anggarannya sebagaimana dirangkum dari lpse.polri.go.id: 

1. Pengadaan Launcher Gas Air Mata 

Pada 17 Januari 2022, Polri membuat pengadaan barang berupa launcher gas air mata dengan total anggaran Rp 41 miliar. Dana tersebut diperoleh dari APBN 2022 dengan lokasi pekerjaan di Jalan Bekasi Timur Raya Nomor 86 Cipinang, Jakarta Timur. Nama pemenang tender yakni PT. Dwi Jaya Perkasa dengan status tender saat ini sudah selesai. 

2. Pengadaan Amunisi Gas Air Mata 

Masih menggunakan APBN, pengadaan kali ini berupa amunisi gas air mata pada 17 Januari 2022 untuk satuan kerja Slog Polri. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 69 miliar. Lokasi pekerjaan dilakukan di Jalan Raya Bekasi No 86, Jakarta Timur, dengan nama tender tertera PT. Dwi Jaya Perkasa. 

3. Pengadaan Pelontar dan Gas Air Mata 

Tanggal pembuatan rencana pengadaan pelontar dan gas air mata untuk satuan kerja Korbrimob Polri dimulai pada 11 Januari 2022. Menggunakan dana APBN 2022, total anggaran mencapai Rp 29,9 miliar. Lokasi pekerjaan dilakukan di Kelapa Dua, Kota Depok, dengan nama pemenang tender yaitu PT Mega Perkasa Engineering. 

4. Pengadaan Gas Air Mata Kal 38 MM (Smoke) 

Jumlah anggaran Rp 19,9 miliar dari APBN diperuntukan untuk pengadaan gas air mata kal 38 mm (smoke). Tanggal pembuatan pengadaan pada 3 Januari 2022 dengan pemenang tender PT Tentram Berkat Mujur. Status tender saat ini sudah selesai. 

HARIS SETYAWAN 

Baca juga: ICW Duga Polisi Belanja Rp 408 Miliar untuk Persiapan Demo Omnibus Law






Buru Ketua Gangster Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi: Kita Bentuk Karakternya

8 jam lalu

Buru Ketua Gangster Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi: Kita Bentuk Karakternya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh warga untuk bergerak bersama memberantas aksi tawuran dan gangster yang belakangan ini marak.


Marak Aksi Gangster Remaja di Surabaya, Wali Kota Pimpin Operasi Skala Besar

10 jam lalu

Marak Aksi Gangster Remaja di Surabaya, Wali Kota Pimpin Operasi Skala Besar

Operasi gabungan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya aksi tawuran dan gangster yang beberapa hari ini meresahkan warga Surabaya.


Viral Video Curhat Dugaan Praktik KKN di Polri, Polda Sulsel: Sudah Diklarifikasi, Semua Tak Benar

1 hari lalu

Viral Video Curhat Dugaan Praktik KKN di Polri, Polda Sulsel: Sudah Diklarifikasi, Semua Tak Benar

Polda Sulsel memberikan penjelasan soal video anggota Polres Tana Toraja yang meminta Kapolri menindak tegas dugaan praktik KKN di institusi Polri.


WNA Tidak Bayar Denda Tilang Elektronik, Polda Kepri Punya Penangkalnya

1 hari lalu

WNA Tidak Bayar Denda Tilang Elektronik, Polda Kepri Punya Penangkalnya

Integrasi data Polri dan Imigrasi dapat mencegah WNA yang kena tilang elektronik tapi mangkir dari kewajiban membayar denda.


Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Polisi Perlihatkan Gulungan ke Ketua RT: Ada Mantra-mantra

1 hari lalu

Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Polisi Perlihatkan Gulungan ke Ketua RT: Ada Mantra-mantra

Polisi memperlihatkan gulungan mantra kepada Ketua RT 07 Kelurahan Kalideres. Gulungan itu didapati di lokasi kejadian satu keluarga tewas Kalideres.


Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

1 hari lalu

Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

Asops Kapolri, Irjen. Agung Setya Imam Effendi mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan penilaian resiko untuk kelanjutan liga Indonesia.


BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

2 hari lalu

BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

Polisi masih menunggu hasil penilaian resiko yang dibuat Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan untuk memberikan izin BRI Liga 1 kembali bergulir.


Jamin TNI-Polri Solid Jika Terpilih Jadi Panglima, Yudo Margono: Istri Saya Saja Polri

2 hari lalu

Jamin TNI-Polri Solid Jika Terpilih Jadi Panglima, Yudo Margono: Istri Saya Saja Polri

Laksamana Yudo Margono menjamin hubungan TNI-Polri bakal tetap solid jika dirinya terpilih menjadi Panglima TNI.


Polri Ungkap Peran Anak dan Istri Ismail Bolong di Perusahaan Tambang Ilegal

2 hari lalu

Polri Ungkap Peran Anak dan Istri Ismail Bolong di Perusahaan Tambang Ilegal

Bareskrim Polri telah memeriksa istri dan anak Ismail Bolong ihwal kasus dugaan tambang ilegal batu bara di Kalimantan Timur.


Ferdy Sambo Harap Instansi Lain Tangani Kasus Ismail Bolong, Pengamat: Masuk Akal

2 hari lalu

Ferdy Sambo Harap Instansi Lain Tangani Kasus Ismail Bolong, Pengamat: Masuk Akal

Bambang setuju dengan pernyataan Ferdy Sambo agar kasus dugaan gratifikasi tambang ilegal diungkap Ismail Bolong segera ditindaklanjuti instansi lain