Andika Perkasa Revisi Aturan Penerimaan Taruna, Moeldoko: Prajurit untuk Perang, Bukan Berbaris

Reporter

Editor

Febriyan

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 26 September 2022. Rapat tersebut membahas penyesuain rencana kerja dan anggaran Kementerian atau Lembaga tahun 2023 sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran DPR RI. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Presiden Moeldoko tidak mempersoalkan kebijakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang merevisi aturan penerimaan taruna.  Moeldoko bahkan menyatakan pernah menentang syarat tinggi badan dalam seleksi tersebut

Moeldoko bahkan mendukung kebijakan Andika tersebut. Pasalnya, prajurit TNI dipersiapkan untuk perang, bukan baris berbaris.

"Prajurit TNI disiapkan untuk perang, bukan baris berbaris, bukan untuk protokol," kata Moeldoko dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis,  29 September 2022.  "Jadi ketinggian itu bisa disesuaikan."

Moeldoko pun menceritakan pengalamannya ketika bertemu seorang perwira asal Prancis ketika berdinas di Persatuan Bangsa-Bangsa atau PBB. Mantan Panglima TNI mengaku sempat  mempertanyakan soal tinggi tubuh si perwira yang disebut tak tinggi. 

"Eh kok bisa kamu pendek jadi prajurit?" kata Moeldoko menirukan pertanyaannya kala itu.

"Eh Moeldoko, anda ngerti enggak, kalau kita perang kita harus melewati lorong-lorong kecil, orang seperti saya ini yang bisa melewati," kata si perwira tersebut seperti ditirukan Moeldoko.

Aturan batas tinggi tubuh dan usia calon taruna dan taruni Akmil diubah

Sebelumnya, Jenderal Andika Perkasa merevisi aturan Panglima TNI Nomor 31 Tahun 2020 berkaitan dengan penerimaan calon taruna untuk mengakomodasi kondisi umum remaja Indonesia. Dalam peraturan yang baru, minimum tinggi badan calon taruna turun dari 163 cm menjadi 160 cm sementara taruni turun dari 157 cm menjadi 155 cm. 

"Perubahan itu sebetulnya lebih mengakomodasi," kata Andika dalam kanal YouTube pribadinya.

Selain itu, Andika juga mengubah aturan soal batas usia calon taruna dan taruni TNI. Sebelumnya setiap calon minimal harus berusia 18 tahun, namun kini calon taruna dan taruni yang berusia 17 tahun 8 bulan diperbolehkan ikut mendaftar.

Moeldoko disebut soal aturan tinggi tubuh bisa disesuaikan

Untuk itulah, Moeldoko menyebut prajurit sejatinya dibentuk untuk bertempur dan bukan sekedar protokoler atau baris-berbaris. Sehingga, persoalan tinggi badan bisa saja disesuaikan.

"Kalau kita lagi gizinya bagus masyarakat Indonesia tinggi-tinggi, mungkin bisa menyesuaikan. Jadi jangan jadi persoalan," kata dia.

Moledoko menyebut dirinya juga pernah membahas syarat tinggi tubuh taruna ini ketika masih jadi panglima. Kala itu, Moeldoko tidak setuju dengan rencana aturan tinggi badan taruna yang akan dinaikkan menjadi 165 sentimeter.

"Saya pernah diskusi cukup keras dengan Pak Jas almarhum dan Letnan Jenderal Suryo, mereka inginkan prajurit 165, saya enggak setuju, berdebat kami," kata Moeldoko.

Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsekal Muda TNI Kusworo mengatakan proses penerimaan calon Taruna dan Taruni Akademi TNI atau Akademi Militer dilakukan sejak awal tahun 2022 dengan jumlah pendaftar sebanyak 22.553 orang. Kusworo menyebut kebijakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa itu sebagai terobosan.  






Jokowi Tunjuk Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Pengamat: Perubahan Pendekatan Papua Jadi Ujian

3 jam lalu

Jokowi Tunjuk Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Pengamat: Perubahan Pendekatan Papua Jadi Ujian

Yudo Margono diharapkan bisa merealisasikan kebijakan ihwal perubahan pendekatan dalam menangani konflik di Papua


Puan: Pengganti Jenderal Andika adalah Laksamana Yudo

4 jam lalu

Puan: Pengganti Jenderal Andika adalah Laksamana Yudo

Laksamana TNI Yudo Margono yang saat ini menjabat sebagai KSAL


Puan Bantah Penundaan Penyerahan Surpres Calon Panglima TNI karena Ada Perubahan Nama

5 jam lalu

Puan Bantah Penundaan Penyerahan Surpres Calon Panglima TNI karena Ada Perubahan Nama

Ketua DPR RI Puan Maharani resmi mengumumkan nama calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono yang akan menggantikan Andika Perkasa


Puan Jelaskan Mekanisme Setelah DPR Terima Surpres Calon Panglima TNI

6 jam lalu

Puan Jelaskan Mekanisme Setelah DPR Terima Surpres Calon Panglima TNI

Puan Maharani, menyatakan KSAL Laksamana Yudo Margono merupakan nama yang diusulkan Presiden Jokowi sebagai calon Panglima TNI


KSAL Yudo Margono Calon Panglima TNI, Mensesneg Ungkap Rotasi Matra Jadi Pertimbangan

7 jam lalu

KSAL Yudo Margono Calon Panglima TNI, Mensesneg Ungkap Rotasi Matra Jadi Pertimbangan

Jokowi mengirimkan surpres ihwal usulan nama calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa yaitu KSAL Laksamana Yudo Margono


Breaking News: Jokowi Usulkan KSAL Yudo Margono Calon Panglima TNI

8 jam lalu

Breaking News: Jokowi Usulkan KSAL Yudo Margono Calon Panglima TNI

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyatakan KSAL Laksamana Yudo Margono merupakan nama yang diusulkan Presiden Jokowi calon Panglima TNI


TB Hasanuddin Sebut Presiden Ajukan KSAL Yudo Margono Calon Panglima TNI

8 jam lalu

TB Hasanuddin Sebut Presiden Ajukan KSAL Yudo Margono Calon Panglima TNI

TB Hasanuddin mengatakan bahwa yang diajukan dan direkomendasikan oleh presiden hanya satu nama calon Panglima TNI yaitu KSAL Yudo Margono


Istana Kirim Surpres Jokowi Soal Nama Calon Panglima TNI ke DPR Sore Ini

8 jam lalu

Istana Kirim Surpres Jokowi Soal Nama Calon Panglima TNI ke DPR Sore Ini

Istana akan mengirimkan Surpres berisi nama Panglima TNI yang dipilih Presiden Jokowi, untuk menggantikan Jenderal Andika Perkasa sore ini ke DPR


Dave Fikarno Sebut Fit and Proper Test Calon Panglima TNI Digelar Paling Lambat Rabu Pekan Ini

9 jam lalu

Dave Fikarno Sebut Fit and Proper Test Calon Panglima TNI Digelar Paling Lambat Rabu Pekan Ini

Dave Akbarshah Fikarno mengatakan fit and proper test calon Panglima TNI akan dilaksanakan paling lambat Rabu pekan ini.


Berebut Kursi Panglima TNI

1 hari lalu

Berebut Kursi Panglima TNI

Laksamana Yudo Margono disebut-sebut menjadi calon tunggal Panglima TNI. Dia berebut kursi dengan KASD Jenderal Dudung Abdurachman.