Standarisasi Rumah Sakit Mutlak Diperlukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Standarisasi rumah sakit di Indonesia mutlak diperlukan agar pasien dari kalangan masyarakat miskin tidak dirugikan dalam mendapatakan pelayanan kesehatan di rumah sakit manapun. Pasalnya, melalui pemerataan itu, semua pasien akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama dari masing-masing rumah sakit, baik swasta maupun milik pemerintah.

    "Tidak ada perbedaan pelayanan kesehatan dari rumah sakit kelas satu, dua atau tiga. Karena kalau ada perbedaan, itu yang bahaya. Sehingga standar lingkungan kesehatan juga harus dilihat," kata pengamat hak asasi manusia John Pieris dalam diskusi "Proteksi Hukum Bagi Pasien Miskin di Rumah Sakit", bertempat di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (21/8).

    Seperti diberitakan sebelumnya, empat tahun berselang setelah kematian bayi dan ibunya di salah satu rumah sakit di Bogor, kali ini kembali merebak kasus yang sama di sebuah rumah sakit di Jakarta dan Bekasi. Perbedaannya, pada kasus terakhir ini, rumah sakit melakukan tindakan yang sudah bisa dimasukan ke dalam delik penyanderaan. Seperti tidak melakukan perawatan terhadap pasien dengan semestinya atau sengaja diulur-ulur. Hal ini menimbulkan pendapat adanya perlakuan yang tidak sama terhadap pasien dari kalangan kaya dengan yang miskin.

    Menurut John, masyarakat miskin yang memerlukan perawatan tidak boleh dibedakan dalam hal kesehatan karena mereka juga merupakan warga negara Indonesia yang mendapat prioritas dari pemerintah. Menurut dia, cara lain untuk membantu masyarakat miskin di dalam perbaikan pelayanan kesehatan adalah dengan pemerataan pendistribusian dokter dan tenaga medis hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Karena masyarakat miskin kebanyakan berada di luar pulau Jawa. "Kalau mereka sudah jual harta benda untuk berangkat berobat ke Jakarta lalu mati, bagaimana?," ujarnya. DA Candraningrum-TNR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.